Senin, 05 April 2010

sepucuk rasa untuk dewan pajak

sebuah tulisan Sofyana Kharisma
siswa kelas X MM4 SMK IPIEMS Surabaya




Sungguh indah nian Indonesia ini.

Di setiap sudutnya tampak begitu sempurna. Segala kekayaan alamnya, telah nampak diolah dengan baik oleh tangan-tangan bertanggungjawab. Tak ada satu titik pun yang tertangkap buruk oleh panca indera. Segala sesuatunya telah tertata apik rupanya.

Taman-taman bertebaran di sana-sini. Menambah kesejukan pada Indonesia yang sudah ‘hijau’ ini. Bahkan, kini di jalanan tidak lagi disesaki oleh mobil-mobil atau kendaraan lainnya yang terjebak kemacetan hanya karena sempitnya ‘lahan’ untuk berkendara. Belum lagi, kini Jembatan Suramadu, sebagai jembatan penghubung antar daratan, telah memiliki junior-junior. Tak perlu lagi Bli Komang memesan pesawat untuk singgah ke griya Mbah Marijan. Hmm… Bangga deh menjadi anak Indonesia!
Tapi…

Jduarkk!!

Begitu dahi saya terbentur tembok kamar di sisi samping tempat tidur, barulah saya menyadari sesuatu. Astaga, Itu semua hanya sekedar mimpi belaka! Mau tidak mau saya harus kembali ke alam nyata. Alam yang telah disutradarai oleh yang Sang Pencipta.

Ah, lagi-lagi saya harus menerima kenyataan ini. Kenyataan yang menyeruakkan seruan, “Indonesia Negeri yang bobrok!” Jalanan-jalanan berlubang bertebaran di sana-sini, dan tak kunjung adanya kesigapan untuk memperbaikinya. Penghijauan yang menjadi urat nadi kota, juga tidak lebih banyak dari tumpukan sampah di TPA. Diperparah dengan fasilitas-fasilitas umum yang tak terpelihara. Lampu lalu lintas yang tidak berfungsi dan hanya menjadi hiasan semata di jalan raya, misalnya. Atau pula jembatan penyebrangan yang beresiko ‘menyebrangkan’ penggunanya ke ranjang Rumah Sakit.

Kalau sudah begini, mampukah Indonesia menjadi Negeri Sempurna seperti dalam mimpi saya –atau bahkan, sebenarnya juga menjadi mimpi kita semua?
Tak perlu muluk-muluk berusaha untuk membangun Suramadu,junior ataupula kereta bawah tanah, ketanggapan untuk mengganti lampu penerang jalan yang sudah harus pensiun saja, masih patut untuk dipertanyakan.

Lantas, salah siapakah ini?

Salahkah masyarakat? Salahkah mereka yang telah mempercayakan pembangunan kepada pemerintah melalui pajak yang telah dibayarnya? Salahkah mereka yang telah membayar pajak dan berharap adanya kemajuan bagi Negeri kita ini? Atau jangan-jangan pengelolah pajak sendirinya-lah yang ‘bermasalah’?
Entahlah.

Berbicara mengenai pajak, bukankah pajak itu wajib? Dan itu artinya, manusia-manusia yang menyandang gelar wajib pajak tidak akan dapat lolos dari ‘jeratan’-nya, kan? Yah, walau tidak dipungkiri masih ada saja makhluk-makhluk Tuhan itu yang sedikit ‘nakal’ dalam memenuhi kewajibannya itu. Jangankan membayar pajak, melakukan perintah dari-Nya yang sifatnya langsung dipertanggungjawabkan kepada-Nya saja, masih jauh dari kata patuh. Namun walau begitu, tetap saja presentasenya tidak lebih besar daripada mereka-mereka yang rajin dalam berpajak, bukan?

Beralih ke sudut pandang lainnya. Cobalah menaruh bidik ke para pengelolah pajak. Sudahkah mereka melakukan pembangunan dengan baik? Sudahkah mereka mengemban amanah itu dengan sejujur-jujurnya?

Sudah bukan rahasia lagi kalau Indonesia ini ialah gudangnya para ‘tikus’. Mulai dari kelas teri, yang siap dengan spanduk bertuliskan “saya hanya coba-coba” untuk berjaga-jaga dari gempuran mendadak dari pihak KPK, hingga kelas kakap yang sudah berjaga-jaga dengan berkoper-koper uang miliaran atas hasil ‘jajahan’-nya, yang telah siap untuk dijejalkan ke mulut para penegak hukum. Dan lebih tidak rahasia lagi, kalau para ‘tikus’ telah menyebarkan ‘virus’-nya. Bahkan bisa saja ‘sang kelinci’ manis dengan sekejap bisa berubah menjadi ‘tikus’ yang laknat. ‘Virus’ telah menyebar tanpa bisa dicegah. Anggota DPR, anggota kabinet kepemerintahan, anggota kepolisian, telah diserang ‘virus’ ganas itu. KPK sang pemberantasnya saja, bisa jadi terkena serangan balik darinya. Lalu, kenapa tidak dengan para pengelola pajak?

Kini, coba bayangkan berapa jumlah penduduk di Indonesia. Ah, sepertinya terlalu banyak untuk dijadikan perhitungan. Penduduk se-Jawa Timur sajalah. Hmm… Masih terlalu banyak juga. Kalau begitu, bayangkan berapa banyak jumlah penduduk di Surabaya ini. Kurang lebih tiga juta jiwa. Tidak dipungkiri memang, tidak seluruhnya dari mereka sadar akan pajak. Yah… Anggap saja lima puluh persen darinya saja yang sadar pajak (walau sebenarnya lebih dari itu). Dari lima puluh persen itu, andaikan satu orang membayar pajak seribu rupiah untuk satu bulan sekali. Satu miliar lebih, uang pajak akan terkumpul. Padahal, itu hanya untuk satu bulan sekali! Hanya seribu rupiah! Bagaimana kalau mereka membayar genap untuk satu tahun? itu baru di Surabaya, gimana kalau satu Jatim, gimana pula kalau se Indonesia.

Hwalahdalah…

Banyak sekali tentunya. Padahal, nyatanya para wajib pajak, membayar pajak lebih dari itu. Belum lagi bagi “seseorang” yang berkantong besar, dengan gaji puluhan juta perbulannya. Tentunya, pajak yang dibayarkan sebagai “Pajak Penghasilan” pun tidaklah bernominal kecil. Dan “seseorang” seperti itu, tak hanya seorang saja, kan?
Dari situ, kita bisa membayangkan, betapa banyaknya miliaran rupiah di tangan para pengelolah pajak. Betapa banyaknya kepercayaan yang diamanahkan kepada mereka. Betapa banyaknya harapan masyarakat untuk melihat Negerinya menjadi Negeri yang bebas dari belenggu ‘ketertinggalan’. Tidak perlulah bisa menyaingi Negeri Paman Sam, bisa berdampingan dengan RRC saja kita sudah bisa berbangga hati.

Lalu, bertanyalah kita, kemana larinya rupiah-rupiah di tangan mereka itu? Apakah bersembunyi -atau jangan-jangan disembunyikan di balik kantong mereka? Atau malah, rupiah-rupiah hasil perasan keringat rakyat itu, tidak sengaja terselip saat mereka sedang bersenang ria?

Entahlah

Namun yang pasti, keadaan di sekeliling kita masih terlihat amburadul. Pajak seolah tak bertimbal balik kepada kita. Memang sih, pajak tidak diberikan melalui jasa secara langsung, tapi yang dimaksud ‘secara tidak langsung’ di sini, bukan berarti tidak tercium aromanya sama sekali, kan?
Wahai engkau ‘Sang Manusia Perpajakan’, tidakkah kau menginginkan Negeri kita ini menjadi Negeri seperti di mimpiku? Atau bahkan… lebih dari itu?



General comment from the owner of this blog:
Hmmmm,,,,,very good!!! My 4 thumbs r all for ur talent, sista. It’s very fantastic essay. Well, I want u know, sista, how glad I was, when I found a student like u. it seems like I found a diamond in my life. I’m so proud of u sista. Keep writing, n always be smart with it.

Label:

resensi buku: problem solving 101

Problem Solving 101
Penulis : Ken Watanabe
Penerbit : Publishing One



Kata siapa kita tidak bisa menjadi seorang pemecah masalah? Kata siapa menjadi seorang pemecah masalah itu sulit?

Ken Watanabe, melalui buku “Problem Solving 101”-nya, menyuguhkan tips dan trik pada kita untuk menjadi seorang pemecah masalah yang hebat. Tidak perlu menggunakan ramuan khusus untuk memecahkan masalah, hanya dengan mempraktikkan “kotak perangkat pemecahan masalah” ala Ken Watanabe, bukan tidak mungkin kalau kita bisa menjadi The Great Problem Solver.

Dikemas dengan contoh-contoh permasalahan dari beberapa karakter fiktif yang unik dari penulis, buku ini secara tidak langsung memberikan tuntunan bagaimana menyelesaikan sebuah masalah. Perangkat yang tersaji pun berasal dari pengalaman penulis. Belum lagi bahasanya yang cukup renyah dan mudah menancap di otak. Hmm… Nggak akan menyesal deh, bagi siapa saja yang telah membaca buku ini.

Buku International Bestseller ini menjadi makanan wajib bagi mereka-mereka yang ingin memecahkan masalah dengan cara simple, easy, tapi efeknya bukan main dahsyatnya. Masalah rumit berubah menjadi ringan.

Jadilah pemecah masalah (bukannya penghindar masalah) dengan melahap bacaan dari buku ini.


resensi oleh:
Sofyana Kharisma W
Siswa kelas X MM4 SMK IPIEMS Surabaya

komentar pemilik blog:
hmmmm.keren. andai semua kita bisa berpikir masalah dari pemecahannya, bukan dari masalah itu sendiri. kebanyakan dari kita memang type Nona Pemimpi atau Tuan Reaksi Cepat (termasuk aku sih.....hehehe)

Label:

Rabu, 23 September 2009

sukses itu...



aku berpikir tentang diriku dan sebuah konsep tentang sukses. ternyata sukses adalah sebuah perjalanan. bukan warisan. dan ia tergantung pada kapan kamu akan memulai, karena setiap orang harus melalui jalan itu.

ada orang yang sukses dan ada yang tidak. yang sudah sukses, berarti dia telah melalui perjalanan itu. bagi yang belum, jangan putus asa, karena kita belum menemukan jalan yang tepat, atau mungkin masih dalam perjalanan. atau mungkin belum jalan sama sekali. tetap sabar dan jangan menyerah.

Label:

Senin, 29 Desember 2008

Belajar mandiri dari tumbuhan

Aku bertanya heran, kenapa ada orang yang mengkonsumsi sayuran terus menerus tanpa makan daging sedikit pun. Bukankah daging itu enak? Bagi sebagian orang (mungkin termasuk aku), tidak afdol rasanya jika makan nasi tanpa daging / ikan.


Ada pula yang mengatakan bahwa lemak nabati lebih baik dari lemak hewani. Bahkan aku masih ingat seorang penjual susu kedelai membujukku sambil mengatakan bahwa susu kedelai lebih baik dari susu sapi karena susu kedelai berasal dari tumbuhan.


Oke, mungkin makanan yang terbuat dari tumbuhan lebih bervitamin dari hewan. Tapi apa itu saja sudah cukup? Apa dengan alasan ini pulalah Allah selalu mengiming-imingi manusia untuk meraih surga, dengan mengatakan bahwa diSurga ada buah-buahan (tumbuhan) yang dibawahnya mengalir sungai yang indah?


Hhmm, ijinkan aku bercerita sedikit tentang perenunganku tentang ini.
Aku memang tidak percaya bahwa hanya kandungan gizi, yang menjadi satu alasan mengapa Tuhan mereferensikan tumbuhan untuk kita makan.


Aku mengamati hewan dan tumbuhan. Sambil mengamati, aku mencoba menerobos dimensi waktuku ke beberapa tahun yang lalu ketika aku masih duduk dibangku SD. Masih jelas dipikiranku apa yang dikatakan guruku tentang tumbuhan. Ia mengatakan bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang bisa berdiri sendiri. Ia bisa hidup tanpa bantuan orang lain.


Satu hal yang aku tangkap disini adalah KEMANDIRIAN.
Ternyata kemandirian. Aha, aku pun kembali ke dimensi waktu dimana aku menatap tumbuhan didepanku.


Kemandirian. Ternyata benar kata guruku, tumbuhan adalah makhluk yang sangat mandiri. Ia bisa tumbuh dengan sendirinya. Tanpa digendong oleh ibunya. Tanpa harus didulang oleh ayahnya. Tanpa harus belajar dari gurunya. Dan tanpa-tanpa yang lainnya.


Ia bisa mendapatkan makanannya sendiri melalui akar-akarnya yang menembus tanah dan batuan. Tak peduli seberapa jauh ia mendapatkan makanannya, ia terus merambat sejauh apapun itu agar ia bisa tetap hidup, meski harus menembus batu keras sekalipun.


Tumbuhan kecil masih terus berjuang. Ia mencari cahaya agar ia bisa memasak makanannya. Ia mencoba mencakar-cakar tanah agar mendapatkan bahan makanan. Ia tidak takut pada manusia yang mungkin akan menginjaknya. Ia juga tak takut pada kambing yang mungkin akan memakannya. Ia terus berjuang hingga akar-akarnya benar-benar menggenggam erat tanah dan ia pun mampu berdiri tegap.


Ia lalu tumbuh. Ia terus mencari dan memasak makanan. Sekarang ia menjadi lebih besar. Ia tidak takut pada angin yang mungkin akan merobohkannya. Ia juga tak takut pada panasnya mentari disiang hari. Ia juga tak takut dinginnya malam, meski semua manusia sudah pulang kerumah, semua hewan balik kekandang, dan semua burung terbang ke sarang. Ia pun tak takut dengan gigi geraji yang siap memotong tubuhnya. Ia terus berjuang hingga ia membuat sesuatu yang mampu memberinya julukan sebagai tumbuhan yang sempurna, BUAH.


Ketika buah mampu ia lahirkan, ia tak berhenti berkarya. Ia mencoba menguatkan bumi dengan cengkeraman akarnya. Ia menyedot semua air bah ketika bumi sudah tak mau lagi menampungnya. Ia melindungi semua makhluk yang berada dibawah daunnya yang lebat dari panas dan hujan. Tak hanya melindungi, ia juga memperbolehkan manusia dan hewan memakan buahnya-mahakarya yang selalu dia buat setiap saat. Mahakarya yang membuatnya bangga disebut sebagai tumbuhan.


Guru ngajiku mengatakan bahwa watak seseorang bisa dilihat dari apa yang dimakan oleh orang itu. Masuk akal memang. Jika kita makan sesuatu, apapun itu, (maaf) apakah yang kita keluarkan (kotoran kita) berbeda-beda? Tidak bukan? Artinya, jika kita makan bakso, maka bentuk kotoran yang keluar juga sama seperti kita makan nasi goreng. Ini berarti, tidak peduli apa yang sudah masuk dalam tubuh maka yang keluar akan seperti itu-itu saja. Tidak berubah warna dan bentuk. Apakah kita pernah mengeluarkan kotoran yang berbentuk bintang atau mobil-mobilan? Tidak pernah bukan?
Lalu dimana bakso yang kita makan? Dimana nasi goreng itu? Dimana sayur kol yang kita makan bersama mie? Dimana acar yang kita makan bersama martabak?
Jawabannya adalah mengendap dalam tubuh kita.


Jadi sebenarnya tubuh kita ini adalah endapan dari apa yang kita makan selama kita hidup ini.

Jika demikian, maka watak dan kepribadian kita tergantung dari endapan apa yang paling banyak ditubuh kita ini. Jika kita banyak mengendap daging-dagingan, maka watak kita akan cenderung mirip hewan yang kita makan itu. Anggaplah kambing. Maka, tidak ubahnya sebenarnya kita ini adalah kambing. Dan kita pun juga akan mewarisi sifat-sifat kambing.


Tidak hiperbolis, namun ini adalah sebuah kenyataan yang logis.
Jika kita banyak mengkonsumsi tumbuhan maka kita akan mewarisi sifat-sifat tumbuhan dengan segala kemandiriannya. Tidak usah terlalu jauh melihat efeknya. Sejak kecil, kita sudah diberi susu sapi oleh orangtua kita. Kita pun tak puas jika makan nasi tanpa daging ayam atau sapi. Untuk itu, mari kita lihat generasi kita saat ini. Kita tumbuh menjadi orang yang sangat tidak mandiri. Pengangguran dimana-mana. Kita hanya mampu menunggu pekerjaan akan datang pada kita, meski jika kita mau bergerak sedikit saja, kita bisa mendapatkan uang (walaupun dengan pekerjaan yang kotor sekalipun). Tidak perlu takut dan malu, banyak sekali contoh orang sukses meski pekerjaannya tergolong kotor dan hina, sebut saja pengusaha sedot WC.


Kawan, pada tumbuhan sepatutnya kita belajar tentang hidup ini. Bahwa untuk sukses jangan pernah mengandalkan orang lain. Kita harus bisa mandiri. Jangan pernah menggantungkan hidup kita pada orang lain. Terus ciptakan mahakarya untuk orang lain. Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, jangan hidup untuk meminta sebanyak-banyaknya.
Hidup generasi muda mandiri.

Label:

Bayi dajjal telah lahir

Sungguh dunia mau kiamat.
Telah Nampak apa-apa yang sudah di ramalkan dalam setipa kitab suci didunia ini, terutama Al Quran. Dan salah satunya adalah adanya dajjal.
Foto dibawah ini merupakan satu bukti bahwa dunia akan kiamat.


masya Allah...........!!!




Foto ini merupakan foto asli, tanpa rekayasa. Seorang bayi yang baru dilahirkan pada tahun 2007. Nampak dengan jelas tanda-tanda ke-dajjal-an pada diri si jabang bayi, yakni, bermata satu.

Jika demikian, maka masih pantaskah kita tidak segera bertaubat? Masihkah beribadah tidak lebih menyenangkan dari hal yang berbau duniawi?
Apapun yang akan kita pilih, maka kita akan menanggung sendiri apa yang sudah menjadi pilihan kita.

Untuk itu, aku mengajak kalian semua wahai sohib-sohibku, untuk kembali pada apa yang sudah menjadi perintahNya.

Bertaubatlah, dajjal telah datang. Dajjal telah datang. Dajjal telah datang. Dajjal telah datang.

Label:

Minggu, 16 November 2008

keyakinan yang keliru

ada berapa banyak orang disekitar kita yang yakin adanya Tuhan, tapi ia tidak melakukan ajaran Tuhan?
ada berapa banyak pula orang yang yakin akan agamanya, tapi tidak bangga terhadap agamanya?
banyak orang disekitar kita yang seperti itu. mengatakan aku yakin (dalam hal apapun, bukan hanya agama, namun ia tidak sepenuh hati.
lho?
bagaimana cara mengukurnya?

ada sebuah cerita. ada sebuah sayembara untuk menyebrangi sungai amazone yang sangat terkenal dengan piranha pemakan dagingnya. bukan hanya menyebrang biasa, jembatannya terbuat dari seutas tali. bukan hanya itu, ia harus membawa sebuah tongkat dari besi.

tak ada orang yang mau mengikutinya. hingga sedikit lama setelah itu, ada seorang yang dengan yakinnya mengajukan diri. ia, seorang bapak separuh baya yang sangat berani. semua orang keheranan melihat keberaniannya. semua meneriaki dan memberi tepukan tangan untuknya.

ia mulai beraksi. menyeberangi sungai terlebar didunia itu. angin, keseimbangan, tali yang tipis, dll membuatnya semakin tertantang. beberapa kali ia sedikit goyah dan oleng, tapi ia kembali seimbang setelah itu.

semua orang memandanginya dengan tegang. sesekali, ketika ia berhasil melewati ketegangan, penonton berteriak sambil bertepuk tangan, mengelu-elukan sang pemberani.

hingga sampai tibalah ia di ujung sungai dengan selamat. semua orang kagum padanya. semua orang menyanjungnya.
mereka pun memberi ucapan selamat pada si pemenang.

namun ada beberapa orang yang masih meragukan keberaniannya, dan menginginkan ia menyebrangi sungai kembali, sekedar membuktikan bahwa apa yang telahia lakukan itu bukan hanya kebetulan belaka, atau sekedar keberuntungan.

ia lalu menjawab dengan keyakinan, "aku bisa menyebrangi sungai ini kembali. apa anda percaya?". serentak, semua orang menjawab, mereka percaya. mereka percaya dan yakin dengan kehandalan dan keberaniannya berjalan diatas seutas tali di atas sungai amazone dengan membawa beban.

lalu ia melanjutkan, "jika kalian percaya, maka siapa diantara kalian yang mau aku gendong untuk menyebrangi sungai ini". semua orang tertunduk diam. tidak ada yang berani berkata-kata. tidak ada satu pun yang mau mengikuti si pemenang.
begitu agak lama, hingga ada seorang anak kecil mengajukan diri untuk digendong bapak itu menyebrangi sungai amazone.

itulah kita. kita hanya berani berkata-kata, tanpa ada bukti nyata. inilah keyakinan yang keliru. jika kita memang meyakini sesuatu, ya kita harus melakukan sesuatu itu. jika kita berani bermimpi,maka kita harus berani mewujudkannya.

sudah terlalu banyak pengecut didunia ini. jangan menambah daftar orangtolol yang dengan mudahnya menjadikan dirinya pengecut.

mari kita menjadi future fighter. bergabunglah dikomunitas orang-orang yang berani berjuang demi masa depan mereka.

Label:

Kamis, 13 November 2008

design, prospektif masa depan

sabtu kemaren aku datang ke SDW (Surabaya Desain Week) '08 di balai pemuda.
acara yang cuma diadakan diakhir pekan itu adalah ajang pembuktian dan show off bagi desainer surabaya. keren banget acara.

aku mengajak si Icang, kawan baikku yang sekarang lagi kerja di Celebrity Fitness, dan murid-murid lesku.

muridku sebenarnya sejak dari SMP kemarin pingin masuk sekolah desain, dan aku pun menyarankan masuk di SMK 11, sekolah grafis. dia suka sekali sama yang namanya grafitty, warna, brand, dll. tapi ketika mau masuk SMA, papanya melarangnya dengan alasan "apakah desain bisa menghidupi orang?", secara papanya adalah orang penting di Bank Jatim Basuki Rahmat. ketika datang ke SDW, ternyata naluri desainnya bangkit lagi, dan ia menyatakan keinginannya untuk masuk jurusan desain sekaligus curhat tentang papanya itu.

hmmm, entah dapat wangsit darimana, tiba-tiba aku menjawab dengan penuh bijaknya yang membuat tekadnya semakin bulat untuk masuk jurusan desain.

der (muridku bernama dery), semuanya ada masanya.
dulu dijaman bahula, ada jaman yang namanya "jaman batu". orang-orang dijaman itu, makan dengan berburu hewan. dinamakan jaman batu karena mereka selalu membawa batu yang sudah diasah tajam (setajam ....silet.halah) untuk berburu hewan. kehidupan orang dijaman itu selalu nomaden.

lalu bosan dengan nomaden, maka mereka mencoba hal baru yaitu bercocok tanam dan bertani. nah jaman ini disebut sebagai "jaman bercocok tanam". orang sudah tak lagi nomaden. orang dijaman itu sudah mulai memikirkan bagaimana membuat sebuah rumah. masih sederhana sih, tapi paling ga mereka tak lagi hidup digua.

lalu lama, lama .........sekali setelah itu kita sudah mulai berkembang, hingga setelah perang salib, terjadi sebuah revolusi besar-besaran di Inggris yakni revolusi Industri. revolusi industri diawali dengan ditemukannya mesin-mesin, seperti mesin uap, telepon, listrik, dll. dijaman inilah, james watt, dan kawan-kawannya hidup. masa ini disebut sebagai jaman atau "era industri".

lalu masa itu lewat dengan adanya komputer. jaman berubah menjadi "era teknologi". semua hal sudah computerized. komputer menjadi raja.

jaman tidak berhenti disini. sekarang dengan ditemukannya dunia maya, maka jaman bergeser menjadi "era informasi", dimana orang-orang yang bergerak dibidang informatika menjadi raja, karena ia memegang kendali atas informasi didunia.
gerak informasi sangat cepat. sekarang kita mengirim berita, dan sekarang pula kita bisa mengaksesnya didunia web.
saat ini kita berada di era informasi.

lalu bagaimana dengan masa depan?

dengan diangkatnya isu global warming, dan semakin jemunya orang dengan kondisi diera industri, teknologi, ataupun informasi yang semakin ruet aja, maka orang-orang akan melakukan apa yang namanya : "back to nature", "simplify". untuk itulah aku termasuk orang yang memprediksikan kalo dimasa yang akan datang, mungkin tidak aakn lama lagi, kita akan memasuki masa "era kreatif", dimana orang-orang yang kreatif, bisa mencetak hal-hal baru, desain baru, maka ia akan menjadi rajanya. dan salah satunya adalah desainer.

der, kita, terutama kamu adalah anak yang hidup dimasa yang akan datang. jadi siapkan dirimu untuk menjadi raja dimasa yang akan datang. jadilah orang yang kreatif, jadilah desainer. masuklah di jurusan desain.
kalo kamu masuk dijurusan yang lain, belum tentu keahlianmu bisa menjadikanmu "raja".

sip, penutup yang hebat. inilah yang membuat dery semakin mantap masuk ke dunia desain.


waduh, apa yang sudah aku katakan? aku tidak atahu apa yang baru saja aku katakan. sepertinya Tuhan telah menuntunku berbicara seperti itu.

ya, akhirnya aku menemukan jawaban kenapa aku masuk desain. ternyata Tuhan menuntunku untuk menjadi "gurunya" raja. ya, ikatan dinas sebagai guru desain membuatku semakin yakin bahwa aku memang telah diberi Allah sebuah ladang untuk berdakwah dan menyiapkan generasi unggul dimasa depan.
ini berarti impianku untuk mengubah dunia sudah didepan mata.

ok, i gotta try and learn harder so i can be a great designer.

Label:

Sabtu, 25 Oktober 2008

Jempol


Jempol


Ini adalah hasil training yang aku adakan kemarin bersama Bp. Bagoes Sanyoto. Training yang aku khususkan untuk teman-teman yang punya visi yang sama yakni perubahan bagi bangsa ini ternyata sangat luar biasa. Alhamdulillah antusias teman-teman untuk mengikuti acara ini sangat tinggi. Mereka dengan semangatnya datang tepat waktu. Bahkan ada peserta dari banyuwangi yang khusus ke Surabaya untuk mengikuti acara ini. Dan mereka datang dari jam 7 pagi.
2 jam adalah waktu yang sangat singkat untuk mengerti tentang materi yang luarbiasa ini. berikut adalah salah satu pembahasannya :


Jempol

Mungkin kita sering sekali meremehkan salah satu anggota badan yang diberikan Allah ini. Padahal, Allah memberikan petunjuk dan ilmu pengetahuan dari setiap hal yang Ia ciptakan.

Jempol adalah symbol dari sesuatu yang bagus/ sesuatu yang baik. Kita sering memberi atau menunjukkan jempol kita sebagai tanda atau ekspresi dari ketakjuban kita atau apresiasi kita terhadap sesuatu.


Jempol tidak pernah digunakan untuk cebok atau untuk ngupil. Ini artinya jempol tidak pernah digunakan untuk sesuatu yang tidak bagus. Inilah seharusnya kita tidak boleh meletakkan sesuatu kebaikan untuk sesuatu hal yang buruk, karena memang itu bukan tempatnya.


Jika kita berwudhu, maka kita kita mendahulukan tangan. Ini berarti kita ini sering sekali berbuat hal yang buruk, sebelum mengucapkan yang buruk, berpikir yang buruk, melihat yang buruk, dan lain-lain. “Perbuatan buruk” kita selalu mengawali hal-hal buruk yang lain.


Coba kita mengeruk sesuatu (pasir misalnya) dengan tangan kita, namun tanpa jempol. Berapa yang kita dapatkan? Lalu coba sekali lagi dengan tangan, namun sertakan jempol kita. Berapa banyak yang kita dapatkan saat ini? Bandingkan. Pasti lebih banyak dengan menggunakan jempol bukan. Luarbiasa peran kebaikan bagi kehidupan kita. Meskipun kecil dan (kadang) kita anggap tak berarti, namun kebaikan kecil itu mampu memberikan perubahan besar bagi kehidupan ini.


Bagi anak muda, jempol sangat berarti. Bisa untuk main PS, nekan tombol spasi di keyboard, bisa sms-an.
Ternyata didalam jempol terdapat syaraf-syaraf yang cukup penting. Aku jadi teringat dulu ketika aku sakit gigi, tiba-tiba teman sekelasku memijat jempolku, dan sakitku pun berkurang. Ternyata disana ada syarafnya gigi. Dan dari pak Bagoes, aku baru tahu ternyata salah satu fungsionalisasi otak juga berasal dari jempol.


Coba rentangkan semua jari kita. Jajarkan dan rapatkan. Jempol berada dipaling bawah, sedangkan 4 jari lainnya bisa merapat dengan seimbang. Jempol memang ada dibawah. Itulah hidup. Terkadang kebaikan selalu diremehkan. Ia selalu sendiri, tanpa teman. Aku berpikir, itulah kenapa, kebaikan selalu berjumlah sedikit. Banyak orang bersekutu untuk kejahatan. RUU pornografi misalnya, yang hingga saat ini belum jelas juga jluntrungannya karena banyak orang yang tidak setuju, termasuk butet kertarajasa yang tadinya aku kagumi (maaf butet, aku kecewa padamu).


Islam adalah satu-2nya agama yang mengajarkan berdoa dengan tangan yang terbuka. Ini membuktikan kalo islam memang agama yang benar-2 mengajarkan ke-hamba-an seorang makhluk dengan khaliknya.


Angka yang tertulis di telapak tangan kanan adalah I^ yang artinya 18, sedang angka yang tertulis di sebelah kiri ^I yang artinya 81. Ini mengajarkan pada kita bahwa perbandingan antara kebaikan (kanan) dan kejahatan (kiri) adalah 2:9. Luarbiasa, bukan? Bayangkan suatu saat keadaan ini semakin memburuk. Bukan lagi 2:9, namun menjadi 2:99.
Tidak usah kaget. Karena suatu saat ini akan terjadi.
Sekarang saja, orang-2 sudah menanam dan menyebar benih kejahatan seluas-2nya bahkan kepada anak-2 usia kecil. Contoh nyatanya adalah lagu “racun” yang dinyanyikan oleh grup band “the changcuters”. Seluruh pelosok negeri ini sudah tahu lagu itu. Anak-anak muda sangat menggandrunginya, bahkan dijadikan lagu wajib di beberapa kompetisi band. Orang tua juga menggunakan lagu itu untuk melatih bicara pada anaknya yang masih belajar bicara. Tahukah kita bahwa ada lirik yang SANGAT TIDAK PANTAS UNTUK DISAMPAIKAN, “wanita….racun dunia….”. kawan, pantaskah lirik ini diucapkan, diajarkan pada anak-2, dinyanyikan anak muda? Lihat dan tunggu saja moment dimana kehidupan bangsa kita akan hancur. Wanita menjadi dilecehkan, tak ada nilainya. Bukankah ini adalah gambaran jaman kejahiliaan dulu, jaman dimana masyarakat Quraisy mengkubur putrinya sendiri. Kawan, jika kau sama denganku, sangat peduli akan masa depan, maka, ayo kita boikot lagu itu.


Coba kita makan menggunakan tangan.
Peran jempol sangat tinggi. Ia mendorong makanan yang dibawa oleh keempat jari kita yang lain kedalam mulut kita. Itulah kebaikan. Ia selalu mendorong sesuatu untuk bisa berjalan dengan baik.


Jika kita menunjuk seseorang dengan jari telunjuk kita. Maka satu jari akan menunjuk ke orang yang kita tuduh, sedang 3 jari yang lain menunjuk ke diri kita sendiri, sedangkan jempol tidak meunjuk pada siapa-2. Ia sangat netral. Begitulah kebaikan. Ketika ada perselisihan, ia mencoba menjadi penengah.


Jempol, sesuatu yang sering kita lupakan, namun perannya cukup tinggi. Itulah kita. Sering melupakan orang-2 yang sangat berarti bagi kita. Padahal ia sangat dekat dengan kita.

Jempol, jempolku untukmu.

Label:

Future Fighter




Kemarin aku berkumpul dengan adik-2 Aulia, sambil mengajak makan-2 di KFC.
Aku bercerita tentang, sebuah semangat yang tidak pernah luntur. Mereka tahu, aku sama seperti mereka – anak orang yang tidak punya. Diluar sana banyak juga anak-2 yang seperti kami, namun hanya beberapa saja yang mau berjuang untuk masa depan.
Ya, masa depan.


Harta yang paling berharga bagi semua manusia adalah waktu. Aku, mereka, dan orang lain, sama-sama memiliki masa lalu, dan masa sekarang dimana kita semua hidup dan juga masa depan. Masa depan adalah hak semua orang. Hak? Apa maksudnya?
Aku mengatakan “masa depan adalah hak”. Seperti “hak” – “hak” yang lain, hak akan masa depan juga bisa dituntut. Bisa diperjuangkan untuk menjadi milik kita. Bukan sekedar milik kita, kita juga bisa menjadikan ini lebih baik, sehingga menjadi sesuatu yang benar-benar kita inginkan.


Kawan, mari bersama-sama kita membayangkan memiliki orang tua yang sangat kaya raya. Ia bisa memberi kita apapun yang kita inginkan. Jika hari ini, orang tua kita mencatat nama kita didaftar penerima warisan, kira-2 harta apa yang kita inginkan?
Jika suatu saat orang tua kita meninggal, apa kita mau berusaha menindak lanjuti nama kita yang sudah tercantum didaftar penerima warisannya? Atau kita berdiam diri saja?
Tentu kita mau mengurusnya bukan?


Sama halnya dengan masa depan, kawan. Kita semua pasti memiliki masa depan itu, dan itu adalah hak kita. Jadi untuk itu, kita berhak memiliki masa depan yang baik.
Kawan kita bukan hidup dinegeri yang menganut tinggi kasta – yang memiliki moto “dimana ia lahir, disitu ia mati”. Artinya jika ia terlahir sebagai seorang pengemis, maka ia pun akan mati sebagai seorang pengemis. Jika ia terlahir sebagai bangsawan, maka ia pun akan mati sebagai bangsawan.
Jadi, ayo berjuanglah demi masa depan kita, karena masa depan adalah hak kita.


 

Label:

Senin, 06 Oktober 2008

memancing impian

memang benar apa yang dikatakan the secret, bahwa impian yang jelas akan memudahkan ia akan datang kepada kita.
kata Jutha "dunia ini tidak menyukai kekosongan" termasuk pikiran kita. otak kita ini ibarat dimensi ruang. harus diisi. salah satunya adalah ddengan pikiran-2 kita.
kata Allah dalam AlQuran "aku sesuai prasangka hambaKu".

aku sedang memikirkan impianku.saat ini, melalui pikiranku ini, aku sedang mengajak dunia untuk bekerja mendukungku untuk meraih impianku.
aku sering melakukan ini.
dulu ketika aku ingin kuliah dan masuk di perguruan tinggi favorit dan tanpa bayar, yang aku lakukan hanya terus berpikir, berpikir dan terus berpikir. dan akhirnya masuk. kisah ini bisa didapatkan artikelku sebelumnya yang berjudul "jalankan peran hidupmu". klik aja disini.

namun ada satu rahasia bagaimana caranya mendapatkan impian kita dan membiarkan dunia bekerja untuk kita. yakni, biarkan diri kita berada disebuah dimensi saat impian kita sudah terwujud. begini, dulu ketika aku menginginkan masuk di ITS, aku selalu jalan-2 ke ITS, hampir tiap hari. menjelajahi setiap sudt jalan di ITS. dan dari sanalah aku berkenalan dengan novei, lalu dari novei aku kenal jutha, lalu asmi (ihi.....sapa tuh?), ferdi, tomi, dll.
aku pun sering tidur di tempat jutha atau ferdi, kadang-2 di kos novei. tak ada yang aku kerjakan, karena mereka mahasiswa sedangkan aku bukan. aku cuma memikirkan aku sedang menjadi mahasiswa. membantu teman-2 mengerjakan tugasnya (hehehe maaf ya teman-2....). ini juga membuktikan bahwa kemampuanku pun tak kalah dengan anak-2 mahasiswa yang sedang menjalani kuliah. hehehe.

aku bicara pada orang yang aku kenal saat itu, aku adalah calon mahasiswa ITS.dengan bangganya aku selalu mengatakannya. aku tak tahu, bagaimana caranya karena aku tahu aku jelas tak mampu masuk sana.

beberapa saat setelah perkenalanku dengan teman-2ku itu, aku pun tembus masuk ITS.

itu adalah rahasianya.

banyak orang bermimpi, tapi ia tak berani memikirkan impian itu. sama halnya ketika kita dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa, andai saat ini kita ketiban rejeki nomplok, dapat uang hibah sebesar 30 milyard, lalu harus habis saat ini juga, akan kita apakan uang itu? kebanyakan dari kita bingung mau diapakan uang itu.

ini membuktikan kalo sebenarnya kita ini tidak siap menyokong impian kita. itulah kenapa Tuhan belum mengabulkan impian kita.

ada masyarakat desa yang gersang, sedang marah pada pemuka agama didaerahnya karena doanya yang kemarin untuk minta hujan belum terkabulkan. mereka mengatakan bahwa Tuhan itu bohong, pemuka agama juga pembohong. untuk itu mereka mau membunuh si pemuka agama.

dengan sabarnya si pemuka agama tanya ke masyarakat itu "apa kalian yakin hujan akan datang?". dengan nada marah, mereka menjawab "aku yakin, tapi kamu dan Tuhan telah berbohong pada kami".
"kalian salah" kata si pemuka agama, "kalianlah yang telah berbohong. jika kalian yakin hari ini akan hujan, seharusnya kalian tidak membawa parang, pisau, pedang seperti itu, tapi kalian pasti akan membawa payung."

itu adalah sepenggal kisah yang sangat menyentuh hatiku saat aku ikut training di HD. banyak orang didunia ini menginginkan sesuatu tapi ia tidak yakin akan keinginannya.
kalo kita ingin gemuk, tapi pakaian kita masih kecil, impossible kita bisa gemuk.

dulu, ketika aku ingin beli motor, aku membeli helm dulu. dan akhirnya aku bisa beli motor,ya....walaupun motor tua dan butut, tapi aku sangat bangga padanya. dialah satu-2nya temanku yang paling setia. selalu bersamaku kapanpun jua.

saat ini aku sedang menginginkan untuk memiliki sebuah laptop. sebuah laptop yang sangat memikat hatiku sejak aku pertama kali bertemu. dialah Dell Inspiro 1420 berwarna merah maron.


merahnya sangat memukau. kata orang merah itu cinta. saat ini aku sedang jatuh cinta pada seseorang, makanya saat ini aku senang merah. merah itu laptopku.

aku sednag menarik dunia untuk membantuku mendapatkannya. im thinking of it everyday, and night. dan aku pun lalu membeli tas export laptop edition. ini adalah tas termahal di Gramedia delta (saat aku membeli). ibarat pasangan suami istri, aku sedang merangsang laptopku dengan istrinya, si tas export. aku tarik dengan tas yang paling bagus, dengan harapan, laptop itu cepat datang, karena sang istri sangat merindukan suaminya.

ayolah laptopku, datanglah, capatlah....cepat....!datanglah....datang.....!!istrimu sedang menunggumu. ia kangen padamu. cepat datang ya....!!!!

Label:

Jumat, 05 September 2008

belajar dari Paku dan Pohon

beberapa waktu lalu mas Isa, SPsi mengajak ngobrol tentang saling memaafkan. diskusi kami menjadi seru karena ternyata hingga saat ini, terkadang aku masih belum bisa memaafkan orang lain, terutama yang telah menyakiti aku hingga perut bumi (cieh, sedalam-dalamnya maksudnya). selama ini aku berprinsip "kalo kamu bersalah padaku satu kali, maka kamu harus malu padaku. dan jika kamu bersalah padaku dua kali, maka aku yang harus malu padamu". untuk itulah jika aku sampai dihina dan dicaci maki, aku akan berusaha membuktikan diDEPAN MATANYA kalo aku jauh lebih baik dari apa yang ia tuduhkan padaku.

dengan bijaknya ia bercerita tentang kisah anak pemarah dan ayahnya yang sangat sabar membimbing anaknya yang bertabiat buruk itu.

si anak selalu mendapatkan masalah dengan sifat buruknya itu. pertengkaran, permusuhan, perkelahian, berkata kasar, dll menjadi perilakunya sehari-2. tetapi setiap kali selesai marah, si anak tadi curhat ke bapaknya. bapaknya (selalu) dengan sabar mendengarkan keluhan dan umpatan si anak tentang temannya yang baru saja berkelahi dengannya, atau tentang orang yang baru saja menyerempetnya ketika dijalan raya tadi pagi, dll.
sang ayah pun dengan sabar memberi nasehat. ini adalah nasehat ayah yang paling bijak: "anakku, jagalah amarahmu. mulai sekrang kamu harus berlatih menahan amarah. caranya sangat mudah. setiap kali kamu merasa jengkel dan marah pada seseorang, maka pergilah kamu ke pohon itu (sambil menunjuk pohon di belakang rumah). ambilah paku dan tancapkan paku itu pada pohon itu hingga dalam. lampiaskan amarahmu kesana."

si anak pun lalu berlatih untuk menerapkan apa yang ayah katakan padanya.

setelah beberapa waktu, ternyata ia pun berhasil melatih untuk menahan emosi dan amarahnya. dan pohon itu penuh dengan tancapan paku lampiasan amarah anak.

sianak yang merasa telah merasakan perubahan itu, dengan gembiranya berkata pada ayahnya, "ayah, aku telah berubah, aku tak lagi orang yang pemarah."

ayh pun juga girang, dan ia melanjutkan, "anakku, maukah kamu tahu bagaimana agar perubahanmu itu menjadi sempurna?"

"katakan padaku, ayah!!!" kata si anak

"ada 2 hal. pertama, kamu ambil semua paku yang tertancap di pohon itu. semuanya."

"untuk apa ayah?" tanyanya

"sudahlah, lakukan saja!!!" jawab ayah

si anak pun melakukan apa yang ayah katakan. ia mencabut semua paku yang ada di pohon.

"sekarang apa lagi ayah?" tanya anak tidak sabar.....

"sekarang kamu kembalikan lagi pohon itu seperti semula. tak ada lubang, juga luka."

si anak lalu tertunduk lemas dan menangis. menyesal karena telah menjadi orang yang pemarah.

____________________________________________________________________________________


mas Isa mengatakan, pohon itu adalah kamu gus. memang kamu sudah bisa melupakan paku itu. tapi luka di hatimu dan rasa sakitnya itu, aku yakin takkan pernah kamu lupakan. untuk itulah kenapa orang yang memafkan orang lain berpahala sangat tinggi dihadapan Allah. berat memang, tapi tak ada yang tak mungkin didunia ini. ayolah kita belajar untuk setulus hati memaafkan orang lain.

saat ini adalah bulan suci ramadhan. bulan yang sangat baik untuk memaafkan. bulan yang Allah saja- yang sering dihina sama hambaNya, bahkan dengan terang2an perintahNya dilanggar saja, padahal ia Yang telah Menciptakan hambaNya itu - mau memaafkan. seharusnya kamu (gusti) yang bukan Sang Maha Menciptakan orang yang kamu benci itu, bisa memaafkan orang lain itu. ok.

tak terasa uraiannya yang halus ini merasuk kedalam kalbuku. aku tergugah. untuk itu di saat dan hari yang sangat indah ini, aku ingin mengucapkan MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA atas kesalahan yang telah kuperbuat kepada semua keluarga, teman-teman, kerabat, dan semuanya. dan insya Allah aku akan memaafkan apa yang semuanya perbuat padaku (insya Allah, aku mau belajar untuk itu).

kisah pohon dan paku, telah mengajariku satu hal yang sangat indah di hidup ini. terima kasih Allah Tuhan Yang Maha Memaafkan, Terima kasih mas Isa atas advise dan pelajaran yang berharga ini. terima kasih semuanya.

Label:

Senin, 01 September 2008

belajar dari roda gigi



kemarin habis mengisi pelajaran tentang kehidupan ke adik-2 binaanku di Aulia.
cukup menarik, karena saat ini mereka mulai masuk ke dunia remaja. subhanallah, mereka telah berubah. sekarang mereka menjadi semakin susah untuk diatur. mereka bertindak semau mereka. banayk orang tua yang yang mengeluhkesahkan tentang anaknya padaku.

aku bilang, kematian adalah guru terbaik dari kehidupan. tak ada yang menyangka kapan kita mati. baru saja tetangga dekat rumahku mati terkena ledakan elpiji. sekaligus 3 orang. apakah kita sudah siap untuk itu?

renungan demi renungan alhamdulillah telah aku sampaikan ke mereka. insya Allah cukup merasuk kedalam jiwa mereka, terlihat dari mimik mukanya.

ngomong demi ngomong, sampailah pada sebuah pertanyaan yang sangat aku suka dari salah seorang muridku. "mas, 1 hari di sini dan di akhirat itu berbeda ya?".

aku jawab, tentu berbeda. aku lalu menjelaskan tentang 2 roda gigi disepeda yang mereka pakai. yang satu berdiameter lebih kecil dari yang lain. tentu saja, tiap 1 putaran roda gigi yang besar lebih sedikit dari roda gigi yang kecil. artinya dalam satu menit misalnya, roda gigi yang kecil bisa berpputar 60X maka yang besar paling cuma 20-30.

artinya tiap dimensi yang berbeda pasti memiliki perbedaan waktu. aku bertanya pada mereka, lebih besar mana akhirat atau dunia? serentak mereka menjawab akhirat. nah, makanya 1 kali akhirat berputar maka itu berarti sekian banyak bumi berputar. artinya 1 hari di akhirat bisa berarti tahunan di dunia (wallahualam, karena saya tidak tahu berapa besarnya akhirat itu).

lalu aku melanjutkan dengan siksaan yang nantinya kita terima jika kita berada di neraka. aku meminta mereka membayangkan berapa lamakah siksaan itu. mereka langsung diam dan tertunduk. semoga tundukan mereke berarti taubat. amin....

ya Allah beri aku kekuatan agar aku bisa menjalani hari-2ku dengan dakwah....amin

Label:

Senin, 25 Agustus 2008

pesan Global Warming dari Wall-E



kaget juga pas boni mau traktir nonton. hehehe tumben.
kami langsung meluncur ke Galaxy Mall deket kampus. kami langsung memesan tiket untuk nonton Wall-E. film yang dah lama kami tunggu-2.

sumpah, keren banget tu pilem. banyak hal-2 sindiran yang disampaikan SANGAT halus. very soft, tanpa kita sadari kita akan meng-iya-kan apa yang disampaikan oleh film tu.

ni adalah nilai-nilai yang berhasil aku tangkap (dengan segala keterbatasan otakku):

* ternyata, suatu saat, cepat atau lambat bumi kita akan sangat panas. dikondisikan dengan sampah yang menumpuk. keberadaan robot wall E yang menangani sampah ini sangat dibutuhkan. ia bertugas mengumpulkan sampah dan mem-press sampah-2 itu menjadi sebuah kotak melalui alat yang ada diperutnya. kotak-2 yang terdiri sampah yang telah di-press tadi ditumpuk sehingga menjadi gedung. tapi ironisnya, banyak "gedung sampah" itu melejit dan malah mengalahkan jumlah gedung sebenarnya.

* ternyata suatu saat satelit yang banyak sekalipun akan menjadi sampah

* ternyata robot yang tak punya hati pun masih punya cinta. bagaimana dengan kita yang mengaku "manusia"?. masih adakah cinta diantara kita?. ataukah kita bangga mempelesetkan arti cinta dengan "bercinta". sangat menjijikkan!!!


ini gambar wall-E dengan robot yang dicintainya - Eve


* di jaman yang serba instan, semuanya akan menjadi kacau. obesitas dimana-mana. bayi diurus dengan mesin. mengerikan. sungguh ayat Allah yang termaktub dalam kitab suci Al Quran sangat tepat. seorang ibu diharuskan untuk menyusui anaknya hingga 2 tahun. so, masih adakah yang meragukan?.
aku jadi berpikir, itulah mengapa, kita jarang merasakan cinta, karena sejak kecil kita masih kurang mendapatkan cinta dari ibu kita.

* ketika kita menggantungkan diri kita dengan teknologi, maka kita akan menjadi lumpuh.

* ada saatnya suatu saat kita akan merindukan "cinta". kita juga akan merindukan bumi kita. kita akan merindukan alam kita. seperti apa yang dikatakan Allah pada surat An Nashr bahwa, suatu saat nanti orang akan berbondong-bondong ke islam. dalam hal ini adalah kebenaran yang disampaikan oleh islam, salam perdamaian, salam ketentraman, dan salam kebenaran dari islam.

makanya, saranku, sempatkan untuk menengok alam kita. luangkan waktu untuk bertadabur alam. jalan-jalan ke objek alam. lihatlah alam ini yang begitu seimbang dan menyeimbangkan bumi sebagai wujud "tasbihnya" pada Yang Menciptakannya. dan sadarlah bahwa alam ini pun juga beribadah pada Allah, kenapa kita tidak?

* selalu ada kesempatan. kalimat ini jugalah yang aku dan boni angkat dalam menyelesaikan tugas animasi semester kemarin. selalu ada kesempatan. kita selalu mengira, jika alam ini sudah begini, ya sudah begini, tanpa ada usaha untuk mengubahnya.

ayolah kawan, jangan diam saja, dan jangan banyak bicara seperti para pimpinan kita saat ini. saling menyalahkan satu sama lain. lihat saja acara di televisi, ada koruptor yang terbukti bersalah, lalu melimpahkan kesalahannya pada kawannya, dan kawannya pun tak mau disalahkan, lalu menyalahkan balik. sial!!!! pemimpin macam apa ini???
keberadaan pengacara dan ahli hukum yang tadinya menguak kebenaran, malah membela orang yang salah. rasanya senang sekali membela orang yang tenar (apakah dengan begitu, ia merasa ia juga ikutan tenar?). dengan bangganya ia berkata bahwa kliennya tidak bersalah. ayolah pak/bu pengacara, Tuhan Maha Melihat, Tuhan Maha Benar. rasakan kebenaran itu. jangan membela orang yang salah. cukuplah hukum yang bertindak, biar ia jera.

Wall-E menyisakan kekagumanku yang mendalam akan pesan-pesan yang disampaikan. sangat mendalam.

Label:

Minggu, 27 Juli 2008

lagi-lagi peran!!

kemarin malam aku diajak mas Taufik ikut temu alumni ESQ dengan pak Ari Ginanjar.

mendengar tauziah dari beliau, merinding rasanya diri ini. tiap kata-2nya sungguh sangat merasuk dibenakku. aku terkagum akan paparan visinya yang menjadikan indonesia menjadi indonesia emas. kerajaan Allah selalu bangkit tiap 7 abad sekali. mulai dari lahirnya Isa di permulaan abad, kemudian lahirnya Muhammad, abad 14 dengan kerajaan islam dimana-mana, dan sekarang saatnya abad 21. abad dimana umat islam harus bangkit. dan islam lahir di sebuah negara dimana umat islamnya terbesar didunia, indonesia.

banyak kisah-kisah menyentuh hati yang pada akhirnya membuatku harus tertunduk sambil menggenggam erat kepalan tanganku. aku sangat termotivasi. aku harus menjadi "orang". aku dilahirkan sebagai orang yang harus membuat perubahan bagi bangsa ini.

hingga akhirnya aku dan mas taufik duduk merenung di pinggir tempat parkir. satu hal yang menjadi kesimpulannya adalah : "bagaimana peran kita terhadap indonesia emas ini?"
apakah kita menjadi dokter, guru, pengusaha, karyawan, dll. semuanya harus dimaksimalkan. percuma kita menangis, percuma kita termotivasi, jika pada akhirnya kita tidak berbuat blas. bener ga?

yes!!! aku harus berbuat!!!!

Label:

Senin, 07 April 2008

jalankan peran hidupmu!!!!

dunia ini memang panggung sandiwara. awalnya aku merasa kalimat itu hanya sekedar bait pertama di lagunya Achmad Albar saja. sebait kalimat yang bagus untuk mengantarkan si pendengar ke reff.

dalam setiap sandiwara, jelas, kita membutuhkan apa yang dinamakan "peran". mendengar kata peran, bukan sekali bagiku. berkali-kali. terutama dulu ketika aku masih aktif di teater sekolahku. namun apa arti kata "peran" bagi kehidupan ini. is there any connection?

jika kita menghubungkan antara dunia sebagai panggung sandiwara dan "peran", maka sudah jelas bahwa dunia ini membutuhkan orang-orang untuk berperan sesuai dengan perannya masing-2.

peran. apa peran hidupmu?. satu hal yang aku dapatkan dari pengalaman hidupku yakni: peran apapun itu yang ingin kita lakoni, itu semua tergantung dari pilihan kita. memang benar kata orang sukses, bahwa hidup adalah sebuah pilihan. kita ingin berperan sebagai antagonis, bisa. menjadi lakon pahlawan kehidupan, juga bisa. tergantung dari kita. pengalaman ini saya dapatkan ketika mendengar cerita ini:

ada 2 anak kembar, si A dan si B.dalam pertumbuhannya, si A mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya. ia mendapatkan karir yang mantap, keluarga yang harmonis, memiliki kehidupan materi yang jauh lebih dari sekedar cukup, sering beramal kesana kemari, dll. berbeda 180 derajat, si B tumbuh menjadi orang yang liar, pemabuk, kriminal, dll.

ketika mereka ditanya dengan pertanyaan yang sama: "kenapa anda menjadi seperti ini?". mengejutkan! si A dan si b menjawab dengan jawaban yang sama pula :"karena ayahku seorang pemabuk dan kriminal".

sohib, dengan kondisi yang sama, kita bisa memilih untuk bersikap yang berbeda. kita bisa ini, bisa itu, dll, semua tergantung dari apa yang ingin kita jalani. itulah yang dinamakan peran hidup.

kabar baik, sekaligus buruknya adalah kita adalah pemain, penulis naskah, sekaligus sutradara dalam panggung sandiwara kita sendiri. tak ada yang bisa mempengaruhi kita kecuali diri kita sendiri. bukan orang tua, saudara, teman, atau siapapun. bahkan kahlil gibran mengatakan "orang lain bisa memukul badanku, namun tidak jiwa dan pikiranku". artinya tak ada siapapun yang berkuasa atas diri kita kecuali kita dan Tuhan. sehingga memang benar ayat Allah dalam Surat Ar Ra'd-11 (mudah-mudahan benar) yang mengatakan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mengubahnya sendiri.

bagaimana kamu menjalani peranmu?. tanpa bermaksud apa-apa, aku cuma mau share saja bagaimana perjalanku untuk menemukan peran hidupku.

aku tidak tahu apa kemampuanku, hingga aku pun tak mampu untuk menentukan peran apa yang ingin aku pilih. dari kecil aku suka berhitung. nilai ujian, baik ujian sekolah maupun nasional, aku selalu mendapatkan nilai tertinggi, bahkan nilai unasku 10 bulat. lalu, apa aku harus menjadi guru matematika atau pakar matematika?. namun aku tidak suka dunia yang monoton seperti matematika ini. aku harus mencari yang lain.

aku sekolah di STM jurusan elektronika. walaupun tidak seberapa mahir jika dibandingkan dengan teman-teman, namun aku juga tidak terlalu buruk. paling tidak aku pun juga menguasai prinsip-prinsip elektronika. aku dijagokan guruku untuk ikut ajang bergengsi anak-anak SMK yakni PKS ato LKS (lomba keterampilan Siswa). cukup membuktikan kalo aku mampu dibidang ini. apakah aku harus bekerja menjadi teknisielektro seperti teman-teman?. namun aku tidak terlalu suka berhubungan dengan benda mati seperti IC, transistor, kondensator, kabel, dll. aku harus mencari yang lain.

aku suka jalan-jalan. naik gunung, berkemah, menjelajahi kota dan daerah-daerah baru, dll. naik gunung menjadi kegiatan rutinku setiap liburan sekolah. entah bareng dengan anak-anak SKI, PMR, ataupun bareng ma teman-teman dekat. aku juga pernah roadshow keliling jawa dalam beberapa minggu dengan hanya bermodal 500 ribu. mulai dari surabaya ke barat, melewati madiun, solo, jogja, tasikmalaya, bandung dan berhenti di jakarta lalu kemabali lagi ke surabaya. perjalanan mengunjungi rumah teman-2 itu cukup mengasikkan. aku suka jalan-jalan dan menjelajahi daerah baru. apa aku harus menjadi pemandu wisata?namun aku sadar aku masih belum berguna jika aku mengambil peran ini. aku harus mencari yang lain.

aku pernah menjadi sales dengan menjalani profesi sebagai distributor MLM. High Desert namanya. bukan untuk mencari duit, bukan pula ketenaran. aku cuma mencari peran yang pas untukku. disana, aku bisa membantu orang untuk menjadi lebih sehat melalui madunya yang sampai saat ini kalo boleh jujur, takada yang bisa menandinginya (menurutku). banyak sekali testimoni yang aku temui mulai dari gagal ginjal, jantung, kolesterol, dll. ada satu pelangganku yang tak akan pernah aku lupakan adalah ketika urat saraf tertawanya putus. aduh, sumpah konyol sekali. dia tak berhenti tertawa. walaupun bicara biasa, ia masih juga tertawa. disana, aku juga bisa membangun sebuah jaringan bisnis yang cukup kuat dan banyak. ketika aku meninggalkan bisnis itu saja aku mampu memiliki jaringan lebih dari 1800 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ada salah seorang gubernur yang masuk di jaringanku. membanggakan memang. apakah aku harus menjadi sales terus? tentu saja tidak, karena aku masih ingin menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain. aku harus mencari yang lain.

saiful, teman baikku sejak SMP, meninggal ketika baru saja lulus SMA. aku cukup shock. anak seusia dia bisa meninggal, maka sepertinya aku pun juga berkesempatan untuk bisa meninggal pula. ah, aku masih belum siap. kata orang, amalan yang tidak pernah putus, meskipun dia meninggal adalah, amal jariah, doa anak sholeh serta ilmu yang bermanfaat.

amal jariah. aku bukan orang kaya yang bisa memberi banyak pada orang miskin.
anak sholeh. wah belum tentu aku punya anak. kalaupun punya, belum tentu anakku tumbuh menjadi anak soleh.
ilmu yang bermanfaat. aku mencoba mencari "celah", peran apa yang bisa aku ambil untuk ilmu yang bermanfaat ini. aha, lalu tercetuslah untuk berperan disini. aku ingin menjadi guru. guru bagi orang-orang yang tak mampu. guru yang berada jauh di pedalaman (karena aku suka alam dan penjelajahan).

tekad ini pun aku bulatkan bagai membaca sebuah proklamasi. agak telat memang. lalu aku mencari jalan untuk bisa kuliah. aku mencari beasiswa, donatur, sponsor atau apapunlah yang bisa membiayai kuliahku. dan akhirnya melalui perjuangan yang sangat panjang aku mendapatkan beasiswa.
lebih dari sekedar beasiswa, aku dikuliahkan di ITS. lebih dari itu, aku berada di jurusan dimana semua orang-orang kreatif berkumpul, desain komunikasi visual. lebih dari itu, aku mendapatkan uang saku tiap bulannya. lebih dari itu, aku bisa langsung dapat kerja, sebagai PNS. lebih dari itu, PNS yang kudapat adalah menjadi seorang guru. subhanallah, sebuah nikmat yang bertubi-tubi.

lalu satu lagi doaku, aku ingin menjadi guru di pedalaman. tak lama setelah aku berdoa, pak Akhlus menawarkanku untuk mengajar di daerah perbatasan RI. luar biasa. aku langsung ambil tantangan itu, yang ternyata hingga saat ini baru aku saja yang mendaftar. aku akan membawa bendera Indonesia di perbatasan.
sohib, doakan aku ya agar aku bisa menjalani ini semua. aku pun juga sedang mencari sponsor atau donatur untuk memfasilitasiku.

tak berhenti disini, aku mencoba untuk memaksimalkan peranku dengan mendirikan sekolah gratis bagi anak yatim dan tak mampu. saat ini aku bersama kawan-kawan sedang meritis langkah menuju kesana dengan mendirikan bimbingan belajar gratis terlebih dahulu. foto-2 dibawah blog ini adalah foto sebagian dari murid-murid binaku.

tak berhenti sampai disini, aku ingin mencoba "mencerahkan" duniaku dengan menulis. blog, salah satu saranaku. sebuah blog yang beisi tentang hasil renungan, ilmu yang bermanfaat, dll. kedepannya, aku mau nulis buku. thank to Elin dan Ayos yang mendorongku untuk mau membuat blog. dulu aku merasa, tulisanku hanya untukku sendiri, namun 2 orang ini membuka pikiranku.

begitulah kisah pencarian "peran"ku. semoga bermanfaat. aku ingin mengajak semua teman-teman untuk menemukan perannya, dan memaksimalkan peran itu. dan aku siap untuk berdiskusi.

sukses!!! see you at the top of success!!!

Label:

Selasa, 11 Maret 2008

belajar dari penjual tahu


Ok, kali ini kita akan belajar dari seorang guru yang tak pernah menamai dirinya seorang guru, namun selayaknya dari dia kita juga patut belajar. Dia adalah seorang penjual tahu di kereta api yang sangat menginspirasiku.
Waktu itu aku di jakarta untuk sekedar melepas rindu bersama teman-teman baikku. Aku bertemu dengan Huda, Ronny, santos. Seharusnya kami berlima, tetapi Wuri baru saja menikah. Kami tidak mau mengganggunya. Tahulah....!
Aku dan ronny berangkat dari surabaya naik kereta api ekonomi. Walaupun ronni mampu untuk naik pesawat sekalipun, aku tetap membujuknya naik kereta ekonomi. Aku bilang, belum tentu nantinya aku bisa naik kereta itu lagi. Suasananya yang pasti aku rindukan.
Jakarta, oh tak kubayangkan aku akan datang lagi kesini. Kota yang tidak ada dalam daftar kota yang ingin aku tinggali. Bukannya apa-apa. Aku pernah kesini, disini sumpek sekali, semrawut, bising, polusi, panas, egois, penipuan dll.
Buku ”Iblis menggugat Tuhan” menemani perjalananku selama di kereta selain guyonan satir ala aku dan ronny. Aku juga ga membayangkan satu perjalanan sama dia tanpa temanku yang lain. Kami selalu bertengkar seperti Tom and Jerry, dan biasanya yang memisahkan dan melerai kami huda atau santos. Tuh orang menjengkelkan, tapi lucu. Hehehe, maaf ya ron. Pun begitu kamu tu hebat kok aku kagum padamu. Kamu bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan ternama hanya bermodalkan ijasah STM. Ga semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Ok?
Sesekali aku sangat serius dengan bacaanku yang menuntutku untuk berpikir keras ini. Betapa tidak, ternyata iblis mengklaim dirinya sebagai makhluk yang paling disayang Allah, makhluk yang sangat taat pada Allah. Melalui argumen-argumennya yang sekilas sangat logis, ia mencoba untuk menyesatkan manusia. Saranku, kalau kamu baca buku itu kamu harus punya iman yang tebal, lalu baca bismillah sebelum membaca, karena jika tidak, aku jamin kamu pasti akan larut dalam buaian kata-kata manisnya yang membujukmu untuk mengikuti jalannya.
Ditengah keseriusanku aku terbangunkan oleh si penjaja tahu yang menawarkan tahunya ke aku. Ini bukan yang pertama ia menawarkannya padaku. Sudah kesekian kalinya. Aku lupa berapa kali. Tapi aku tidak beli juga. Lalu ia pergi berkeliling lagi, dan aku lanjutkan petualanganku menyelami dunia fana sang iblis dalam menggugat Sang Khalik.
Krucuk. sepertinya cacing dalam ususku ikutan memberontak layaknya iblis yang sedang kubaca itu. Aku malas untuk makan nasi, tapi makan kacang atom yang dibawa ronni pun terlalu ringan. Aha, aku ingat! TAHU!. Ya sepertinya makanan itu tidak ringan juga tidak berat. Pas untuk seleraku saat ini.
Aku menunggu sang penawar lapar, si penjual Tahu. Sudah lama aku menantinya, tapi kok belum datang juga. Mungkin dia masih keliling di gerbong lain, pikirku. Aku sambil melanjutkan membaca.

Penjual itu masih belum datang.

Setelah lama, akhirnya datang juga. Tidak seperti yang aku lihat sebelumnya, saat ini, tahu dagangannya mulai berkurang dan hampir habis. Setelah aku membelinya, tanpa menunggu lama, apalagi menunggu ia harus mengambil duit untuk membayar kembalianku, aku segera melahap tahu goreng itu.
Lalu si penjual itu pergi.....
Dia berkeliling lagi sambil berteriak ”tahunya seribu mas, tahunya seribu bu...”
”tahunya seribu mas, tahunya seribu bu......”
Begitu terus. Suaranya yang agak melencing memancing penumpang belakangku untuk menirukan suaranya.
Dia datang dan melewati gerbongku lagi, kali ini tahunya tinggal 1 bungkus saja. Tanpa malu-malu, ia menawarkan pada penumpang depanku, ”mas, tahunya terakhir, mas....seribu mas” dan akhirnya penumpang itu membelinya.

Anganku melayang di saat dimana pertama kali si penjual tahu itu menjajakan tahunya untuk yang pertama kali. Setumpukan bungkusan tahu ada di pundaknya. Namun saat ini habis tak tersisa.
Sohib, bukan ”habis” yang aku kagumi, tapi perjuangan dia untuk menghabiskan barang dagangannya itu. Kamu tahu, bukan sekali- dua kali ia menjajakannya di hadapanku. Berkali-kali. Namun ia tak gentar. Ia terus menawarkan walaupun saat ini orang itu menolaknya. Dia yakin suatu saat orang itu akan membelinya. Ia terus menjajakannya, menawarkannya walaupun di orang yang sama, gerbong yang sama. Mungkin ia tinggal sebentar, lalu ia kembali lagi dengan menjajakan barang yang sama. Satu kali, dua kali, tiga kali, ia tak pernah gentar sampai orang lain itu merasa membutuhkannya dan lalu membeli tahunya.
Ia tak serta merta berhenti begitu saja. Ia pun tak kenal malu menawarkan kembali ke orang yang bahkan sudah membeli tahu itu. Sebuah keyakinan, ketekunan yang luar biasa, bukan?
Seringkali kita merasa sudah kalah hanya dengan penolakan atau kegagalan yang Cuma sekali saja. Lalu kita berhenti untuk mencoba dan melanjutkan perjuangan kita. Lihatlah seorang tukang penjual tahu yang terkadang pendidikannya pun masih lebih rendah dari kita, ia yakin bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan terus-menerus akan mewujudkan hasilnya suatu saat. Mungkin bukan pada saat itu, tapi 1 jam lagi, atau besok, atau bulan depan, dll. Yang jelas, jangan pernah berhenti, terus lakukan.
Coba kita berpikir bagaimana jadinya jika si penjual itu berhenti pada penolakan yang pertama, atau mungkin yang kedua? Apakah barang dagangannya itu bisa laku habis terjual?. Sohib, dalam dunia ini kita selalu memandang luarbiasa orang yang sukses, tanpa kita melihat bahwa orang itu melakukan hal-hal biasa yang ia lakukan tiap hari, tanpa henti dan terus menerus.
Sohib berjanjilah padaku, kita akan sama-sama menjadi orang yang tak kenal lelah dan putus asa. Istirahat sesekali mungkin boleh, untuk mendapatkan kembali energi untuk melangkah lebih jauh lagi, namun jangan pernah berhenti. Karena ketika kita berhenti maka kesuksesan itu akan semakin jauh, dan kita ga akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Lihat saja anak kecil ini. Dia terus melangkah, walupun hanya langkah kecil


Sohib, ayo terus berjuang, terus berkarya. Mungkin saat ini kita tidak melihat hasilnya. Namun suatu saat pasti ada orang yang ”lapar” dan akan ”memanggil” kita, tanpa kita sadari kapan waktunya itu. Wayarzukhu min khisula yah tahzib. Sesunggunhnya rezeki Allah itu datang dari arah yang tak disangka-sangka. Insya Allah janji Allah benar adanya. Jangan berhenti. Terus melangkah. Kita pasti bisa, yes!!! Kayak kampanye aja. Hehehe.
Salam sukses dari sohibmu ini, ghosty.

Label:

Sabtu, 16 Februari 2008

"tidak" tidak selamanya berarti "tidak"

yup kata ini sungguh sangat merasuk dalam jiwaku. aku sungguh tidak percaya akan keajaiban kata-kata ini. awal kali aku mendengarnya dari temanku. aku pikir ini hanyalah sekumpulan kata-kata biasa. namun sejauh aku hidup ,aku pun menyadari betapa hebat kata-kata ini.

***

alkisah, ada seorang bapak yang sedang menggali tanah di depan pekarangan rumahnya.

tak lama kemudian ada seorang anak kecil, perempuan. bajunya yang compang-camping cukup mewakili kalo si gadis kecil itu seorang pengemis cilik.

"pak, minta uang buat berobat ibuku" kata sang anak.

bapak itu diam tak menghiraukan si anak. tangan yang dijulurkannya seolah-olah mewakili mulutnya yang ingin berkata "tidak".

gadis itu masih disana. demi melihat anak itu masih berdiri, bapak itu berkata "ga ada uang kecil dik".

"tapi ibuku butuh obat pak" si gadis menjawabnya

bapak itu melanjutkan pekerjaannya.

si gadis kecil masih di sana.

si bapak masih menggali. ketika membalikkan badannya, ia melihat si anak masih berdiri disana, dan bapak itu berkata lagi, "dik, aku masih sibuk"

"ibuku butuh obat pak"

lagi-lagi si bapak tidak memperhatikan si anak. dia tetap melanjutkan pekerjaannya. sesekali tubuh mungil si gadis itu di tabraknya sekedar bahasa visual bahwa bapak itu menolaknya.

si gadis masih bertahan. selang berapa lama disana, si gadis tak kuasa menahan tangis. si gadis kecil itu teringat akan ibunya yang sedang berbaring di alas tidur di rumahnya. tangisannya lalu semakin keras.

sepertinya tangisan itu mengusik hati si bapak. ia lalu menggerogoh kantung celananya. tak ditemukannya uang kecil, dan ia pun memberikan uang yang ada pada saat itu. selembar uang kertas pun ia berikan pada si gadis.

uang itu bernilai cukup besar, sehingga demi melihatnya, si gadis itu tak karuan senangnya. ia kegirangan, dan langsung mengucapkan "terima kasih" pada bapak sambil memeluknya.

si bapak pun merasakan betapa besar rasa terima kasih si anak dan mengikhlaskan uang itu. sepertinya si anak betul-betul membutuhkannya, pikirnya.

*****

sohib, keteguhan hati, ketegaran, dan ke pantang menyerahan si gadis kecil itu telah memenangkan kekerasan hati si bapak. bagaimana dengan kita? apakah kita bersedia untuk berjanji untuk mengatakan ("tidak" tidak selamanya berarti "tidak") ?

mungkin orang-2 akan mengatakan bahwakita keras kepala atau apalah, tapi sungguh kita harus bisa membedakan antara "keras kepala" dengan "keteguhan hati".

sukses!!!

Label:

Senin, 04 Februari 2008

Managemen Harta

Tahukah kamu harta apa yang paling berharga di dunia ini?. Harta yang ibarat mata uang, maka ia bisa berlaku di belahan dunia manapun?. WAKTU. Ya, ‘waktu’ adalah jawabannya. Orang ‘pintar’ di dunia ini bekerja bukan untuk uang, tapi untuk ‘waktu’. Ga percaya?.

Lihat saja, orang-orang yang sukses itu. Kita ambil contoh, Dahlan Iskan yang baru-baru ini terkenal dengan “ganti hati”nya.
Lihatlah, walaupun dia harus santai-santai, jalan-jalan, apa ia akan kekurangan uang? Apa pada saat dia jalan-jalan itu, pada pagi harinya kita tidak bisa membaca Koran?. Tentu kamu semua setuju dengan aku kalo jawabannya TIDAK. Tentu saja, karena dia sudah memiliki ‘sistem’ yang sudah berjalan sedemikian rapinya.
Namun mari kita flashback beberapa waktu yang lalu, ketika ia masih merintis usaha Koran itu. Betapa ia sangat bekerja keras untuk itu. Sangat keras, sampai-sampai harus lupa makan, tidur, keluarga, dll. Ia sangat yakin bahwa apa yang dilakukannya saat itu akan membuahkan hasil yang luar biasa yakni “waktu”. Sekarang, ia bisa menikmati “waktu”nya dengan leluasa tanpa harus memikirkan berapa gaji pegawainya, berita apa yang terbit besok pagi, dll.
Inginkah kamu dengan apa yang didapatkan oleh Dahlan Iskan tadi?.
So jangan bekerja untuk uang, tapi untuk ‘waktu’. Jika anda butuh penjelasan lebih dalam tentang konsep ini, aku rekomendasikan kamu untuk bertanya pada orang MLM. Konsepnya tentang 2 pipa itu sangat bagus. Lihat saja. Tentunya dengan pikiran yang positif terlebih dulu. Maksudnya jangan memandang MLM dari sisi buruknya. Ok!!!
Sukses!!!!

Label:

Rabu, 23 Januari 2008

GOMBLOH

tahu lagu “gebyar-gebyar” atau lagu ….. aku lupa judulnya, tapi syairnya kayak gini “di radio, aku dengar, lagu kesayanganmu………..”?
ya, itu adalah lagu-lagu yang dinyanyikan oleh si Gombloh yang kata ibuku dia itu berasal dari Surabaya, tepatnya di karang tembok. (berarti dekat rumahku tuh!).

Harus aku akui, setiap kali aku mendengarnya selalu merinding bulu roma iramaku. N harus aku akui pula, lagu-lagu itulah yang selalu menumbuhkan jiwa patriotku. Jiwa yang selama ini tidur.(apa karena ga ada yang bangunin ya??ato memang alarmnya belum di set?. Au ah!).

Beberapa hari yang lalu, mbak Tin, tetanggaku, nyetel lagu2 Gombloh itu. Pas!!! Komplit 1 album. Eh ternyata, aku baru tahu kalo ada lagu yang selama ini aku tahu dinyanyikan oleh si boomerang. Aku lupa judulnya, kayak gini,
“lestari alamku, lestari desaku,
dimana Tuhanku menitipkan aku
nyanyi bocah bocah di kala purnama
nyanyikan pujaan untuk nusa
…………………………………………………”

Sumpah, keren banget tuh lagu. Ga peduli siapa yang nyanyi, yang jelas aku termotivasi banget untuk gmn caranya bisa menyelamatkan bangsa tercintaku ini. Makanya, pingin banget deh rasanya daftar ke Ayos. Dia kan lagi nyari pahlawan masa kini. Tapi dengan modal apa aku mendaftarnya?. Membaca aja aku ga bisa =(. (mendramatisir. kayak iklan layanan masyarakat jaman doeloe). Hehehe. Kalopun daftar, aku urutan berapa?, apa audisinya masih dibuka?. Trus apa aku bisa lolos audisi?. Au ah!

Gombloh, aku tahu, bukan tanpa maksud kamu membuat lagu itu. Dan, tak tahu aku orang ke berapa, namun yang jelas Aku tahu maksudmu. Ok!!! Aku akan kabarkan ke duniaku bahwa Negara kita memang butuh pejuang-2 yang dengan semangatnya memekikkan kalimat “aku bangga jadi orang Indonesia!!!”.

Andai ada seribu orang yang memekikkannya, aku salah satunya
Andai ada seratus orang yang memekikkannya, aku salah satunya
Andai ada sepuluh orang yang memekikkannya, aku salah satunya, dan…
Andai Cuma ada satu orang yang memekikkannya, itu aku!!!

Aku bangga jadi orang Indonesia.
Do you?

Label: