Senin, 27 Juni 2011

Kemilau Emas Dari Timur

“dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan”

Pepatah itu memang benar adanya. Sebuah pepatah yang membuat kita belajar bahwa tidak ada yang abadi didunia ini kecuali Tuhan. Namun kawan, apa yang kamu rasakan jika perpisahan itu belum pada “saat”nya?

Itulah yang aku rasakan saat ini.

Inilah kisahku tentang perpisahan yang (andai ia tahu) aku sangat sayang padanya. Sayang seorang guru yang teramat sangat pada muridnya. Eric, itu nama muridku.
Kawan, masih ingatkah kamu betapa aku sangat merindukan papua? Sebuah tempat yang sangat aku idam-idamkan. Sebuah tempat yang menjadi no 1 dalam urutan tempat yang ingin aku kunjungi.

Tepat disaat kerinduan yang amat besar pada papua itulah si Eric datang. Dia menceritakanku tentang papua. Membuatku merasa sedikit terobati.

Perkenalan ini pun berlanjut dengan proses belajar mengajar. Dia mendapatkan nilai-nilai bagus di mata pelajaran yang aku ajarkan. Dan aku masih ingat, pada saat itu aku rela memberikan nilai diatas 90 untuk karya syntax hurufnya. Dia menggabungkan huruf “E” dan “R” menjadi sebuah bentukan yang unik. Sebuah karya yang belum terpikirkan oleh kawan-kawannya.

Namun kekagumanku bukan berhenti sampai disana kawan. Dia anak yang sopan. Punya kemampuan berkomunikasi yang baik, dan satu hal: dia punya ambisi yang besar untuk maju. Inilah yang membuatnya beda diantara kawan-kawannya.

Entah mengapa, sampai sekarang aku masih kagum dengan orang-orang yang semangat. Masih ingat murid-murid luar biasaku seperti Arif, Maulida, dan anak-anak aulia yang lain? Ya, sejenis itulah si Eric, namun aku menemukannya di sekolah tempat aku mengajar. Di SMK IPIEMS ini.

Kawan, andai kamu tahu, tidak banyak aku menjatuhkan kekagumanku pada orang lain. Di sekolah ini pun, rasa kagum itu hanya jatuh di beberapa orang saja. Salah satunya adalah pada si Eric ini.

Perjalanan sekolah pun berlanjut dengan kemampuannya menguasai software-software dengan cepat. Jauh lebih cepat dari teman-temannya.

Lalu aku berkaca pada diriku sendiri: seusianya, aku masih jauh dari kemampuan yang dimilikinya sekarang. Sungguh dia adalah anak yang hebat berbakat. Aku menyebutnya: kemilau emas dari timur. Seorang anak yang hebat dari negeri ujung Indonesia – Merauke.

Entah mengapa tiba-tiba aku merasa dia menjadi sedikit sombong. Kemampuannya ini menutup mata dan hatinya bahwa segala yang dia miliki juga pemberian dari orang lain. Beberapa masukan dan arahan ditampiknya dengan enteng. Dia merasa menjadi jago dengan sendirinya. Beberapa sikap dan ucapannya mencerminkan itu.

Kawan, dari sanalah hubunganku menjadi sedikit lebih longgar dengannya. Masalah menjadi rumit ketika beberapa sumber mengatakan bahwa dia menjadi provokator untuk membenciku sebagai guru. Jujur kawan, aku tidak tahu dari sisi mana dalam diriku, yang membuatnya menjadi sedemikian bencinya.

Lalu, ketika ego bertemu ego, saling tidak menyapa pun terjadi, apalagi aku tidak mengajar dia lagi. Aku sendiri merasa hak-ku sebagai guru yang (semestinya) dihormati tidak kudapatkan. Maka siapa yang bisa bertahan dengan kondisi yang seperti itu? Aku pun menjadi malas berhubungan dengan dia. Tapi kawan, percayalah tidak ada satu pun guru dan orang tua yang menginginkan hubungan yang tidak harmonis dengan anaknya dan muridnya.

Jujur kawan, aku punya banyak kesempatan yang semestinya bisa dia dapatkan: kesempatan lomba, beasiswa, ilmu, seminar, dll. Namun karena hubungan ini tidak baik, maka kesempatan itu pun aku berikan pada muridku yang lain. Kawan, dengarkan. Sebenarnya aku menyesalkan hal ini. Namun hati picikku mengatakan, “ah biarlah, toh si Eric juga tidak tahu”. Bukan itu kawan. Aku tidak seperti itu. Aku menginginkan dia yang mendapatkan. Dia juga muridku, dia pantas mendapatkannya.

Kawan, aku ingin kau tahu. Bukan kebencian yang membuatku tidak mau bicara dengannya. Hanya waktu. Ya, hanya waktu. Aku tidak memiliki kesempatan untuk bicara dengannya. Aku tidak pernah mengajarnya lagi. Aku juga tidak ada urusan dengannya. Itu juga yang berlaku pada murid-murid seangkatannya.

Kawan, sungguh aku menyesalkan hal ini. Aku benci dengan kesibukan. Aku ingin punya banyak waktu dan kesempatan. Aku ingin lebih dekat dengan murid-muridku terutama “si emas dari timur”. Aku ingin melihat dari dekat betapa jauh lebih hebatnya dia sekarang. Melihat karya-karyanya. Melihat skillnya. Ah…….biar doa ini saja yang mengiringinya untuk menjadi yang terbaik di setiap waktunya. Biarlah aku dengan kesibukanku.

Terakhir aku mendapat kabar dari pembimbing magangnya, bahwa Eric menjadi siswa unggulan di tempat magangnya. Perusahaan pun menjadi sangat puas dengan kinerjanya. Dan ia dapat kesempatan kerja ditempat itu. Sebuah doa yang terkabulkan. Sungguh kawan, aku masih menyimpan girang ini dalam hati.

Tahu kawan, sebuah kabar mengejutkan, si emas dari timur itu mau meninggalkan sekolah ini. Dia hendak pindah sekolah di daerah lain. Tahukah kau kawan perasaan ini? Tidak karuan.

Membayangkan aku tidak akan bertemu dengannya lagi, menjadi sebuah ketakutan tersendiri bagiku.

Itu salah satunya. Dan hati ini menjadi lebih tidak tenang ketika tersadarkan bahwa ia hendak pindah disekolah yang mutunya masih dipertanyakan. Sungguh kawan, aku tidak rela. Aku tidak rela. Tak apalah jika dia hendak pindah disekolah yang lebih bagus dari sekarang, aku akan rela. Namun ini?

Bukan aku bermasalah dengan sekolah itu, kawan. Tapi permasalahanku adalah dengan masa depan si muridku.

Berbagai pertanyaan (yang mungkin konyol) berjibun diotakku ini:
Apakah dia bisa mempertahankan keunggulan ini?
Bisakah dia menjadi lebih hebat dengan fasilitas (yang mungkin) seadanya?
Bisakah dia lulus dengan baik disana?
Dan bisakah dia bekerja dengan baik nantinya?


Kawan, aku sudah cerita padanya, bahwa bisa jadi 1 tahun kedepannya adalah satu tahun yang akan berat baginya. Dengan fasilitas dan sistem belajar disana, bukan tidak mungkin, dia menjadi stagnan. Semoga perusahaan yang menjanjikannya pekerjaan nantinya bisa mempertahankan komitmennya untuk menerimanya kembali. Sungguh kawan, aku takut, permasalahannya dunia yang digelutinya sekarang, perubahannya amat sangat cepat. Bisa jadi perusahaan itu akan menemukan orang yang lebih baik dari Eric.

Entahlah,

Kawan, aku mencoba menawarkan solusi padanya. Berharap agar ia bisa bertahan disekolah ini yang hanya tinggal selangkah lagi. Berharap agar suatu saat kelak aku punya kesempatan untuk bisa kembali akrab dengannya.

Namun sepertinya dia masih membenciku. Sebuah benci yang aku sendiri tak tahu mengapa. Kawan, semoga kita semua terhindar dari fitnah. Dan kawan, mohon doakan agar aku dan dia tidak menjadi korban fitnah dari keadaan selama ini.

Dia (sepertinya) menolak tawaranku.

Kawan, solusi ini adalah sebuah cara yang sudah kupikirkan matang-matang untuk membuktikan betapa aku sangat sayang padanya. Aku bukan tipe orang yang mengucapkan rasa sayangnya, walaupun semestinya aku sangat ingin menjadi orang yang pandai mengucap sayang. Entah mengapa bibir ini selalu kaku untuk mengatakan sayang meskipun itu untuk orang tua sendiri.

Kawan, kau yang ada disana, disebuah negeri dalam khayalanku, jika kau bisa tahu apa yang aku rasakan, maka tolong sampaikan aku sangat sayang pada semua muridku terutama dia. Sampaikan juga rasa maafku yang teramat dalam atas kesalahan yang pernah kuperbuat. Sungguh aku tidak ingin “kemilau” itu menjadi pudar karena salah tempat. Tuhan, kumohon pada-Mu jaga ia baik-baik. Biarkan ia tetap berkilau disana.


-Sebuah catatan keresahan seorang guru-

Label:

Rabu, 26 Agustus 2009

temanku ngomong tentang aku

kaget aja pas temanku cerita tentang aku. aku terharu. bukan bermaksud apa-2. tapi sungguh ini cerita sangat menginspirasiku dan akan selalu mengingatkan aku dengan mimpi-mimpiku. makanya aku postingkan cerita dari kawanku yang jauh di negeri borneo ini.

begini tulisannya:

"Dalam hidup, aku telah bertemu dengan banyak orang, berkenalan dan menjadi teman. Ada yang tinggal di hati, ada yang menguap begitu saja. Di antara orang-orang tersebut, ada 2 orang yang meninggalkan kesan bagiku sebagai sosok yang sangat luar biasa.

Penilaian itu bukan dari sekali bertemu, tapi aku menilainya selama interaksi hidupku dengan mereka. Dari merekalah aku belajar, dan dari merekalah Allah mengirimkan contoh nyata untuk membuat aku sadar bahwa manusia yang paling baik adalah manusia yang paling banyak manfaatnya.

Seorang bernama Gusti Mohammad Hamdan dan yang seorang lagi bernama Roseta Rossi. Saat aku menulis ini, secara geografis aku telah terpisah begitu jauh dengan mereka, namun tidak dengan jiwaku.

Melalui tulisan inilah, aku ingin mengungkapkan pada dunia betapa bersyukurnya aku bisa mengenal mereka. Aku tertarik menulis tentang mereka berdua, karena mereka sungguh adalah manusia-manusia langka yang mungkin tidak sembarang bisa kutemukan.

Gusti Mohammad Hamdan, aku mengenalnya tidak sengaja lewat sebuah program pendidikan. Awal berkenalan kita tidak langsung menjadi sahabat. Butuh beberapa proses untuk membuat kita bisa menjadi sahabat baik, dan itu terjadi saat kita justru telah keluar dari program. Satu hal yang sangat aku sesali adalah, kenapa tidak sedari dulu aku mengenal dia.



gusti

Gusti sang sales jiwa sejati

Secara personalitas, dia anak yang ceria, optimis, mudah bergaul, dan sangat percaya diri. Dia juga mempunyai kapasitas sebagai pemimpin dan organisator yang baik. Secara intelektual, dia cerdas dan sangat kreatif. Aku sungguh sangat bersyukur bisa mengenal dia.

Aku tidak pernah menanyakan apakah dia seorang yang kaya, karena semua barangnya sangat sederhana. Penampilannya pun tidak menyiratkan bahwa dia seorang yang kaya raya. Satu benda yang masih aku ingat adalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda itu sungguh butut dan suaranya tidak begitu merdu meraung. Tapi sepeda itu selalu dia banggakan dan dibawanya kemana saja. Dia bilang bahwa sepeda itu adalah sepeda pertama yang dia beli dari hasil jerih payahnya.

Gusti adalah seseorang yang berani mengejar mimpi. Satu hal positif tentang mimpinya adalah, mimpinya tidak seperti aku yang sebagian masih berdasarkan materi. Mimpi Gusti adalah menjadi manusia merdeka seutuhnya dengan menolong orang sebanyak-banyaknya. Hal itu telah diwujudkan melalui serangkaian pengalaman yang luar biasa.

Di antara kesibukannya kuliah dan berorganisasi, dia masih menyempatkan menjadi guru bagi anak-anak miskin dan jalanan di Surabaya. Bahkan dia berjuang untuk mendapatkan fasilitas tempat mengajar yang memadai.
Dia tidak digaji, malah dia menyumbangkan sebagian besar uangnya untuk niat yang mulia tersebut. Melalui berbagai cara yang tentunya halal, dia berusaha menggalang dana agar anak-anak didiknya dapat menikmati pendidikan yang layak.

Salah satu hal yang dia lakukan adalah mencari kontrakan untuk tempat mengajar, sekaligus sebagai tempat bernaung bagi salah seorang anak didiknya yang rumahnya sangat memprihatinkan. Selain itu dia juga berjuang mencari sepeda kayuh bagi anak didiknya yang berjalan kaki begitu jauh hanya untuk menghadiri kelasnya. Hal itu mengingatkan aku pada tokoh Lintang di novel Laskar Pelangi…

Salah satu mimpi terbesarnya adalah menjadi menteri pendidikan dan menjadi guru di daerah perbatasan. Pertama kali aku mendengar dia mengucapkan hal itu, aku rasanya ingin tertawa, namun akhirnya tawaku semakin lenyap saat melihat wajahnya yang serius. Hal itu mungkin sangat menggelikan bagi sebagian orang, tapi bagiku, apa yang diimpikan olehnya merupakan suatu refleksi jiwanya yang sangat peduli dengan nasib bangsa. Aku yang sangat apatis dan cuek diam-diam merasa malu saat itu.

Dia juga mempunyai keinginan untuk mempopulerkan wisata alam di Indonesia. Hal itu diwujudkan melalui pengalaman “gila” nya untuk mengelilingi beberapa daerah di Indonesia, bahkan yang belum terjamah oleh khalayak umum. Biaya keliling wisata selalu pas-pasan namun akhirnya ada saja “rejeki” yang dikirimkan Allah buat dia. Dia selalu sula berkeliling ala “bagpacker” dengan uang yang sangat nekad minimnya… ah some like crazy…

Dia pernah menyebrangi Bali hingga Lombok hanya dengan biaya Rp.200rb… aku nyaris tidak percaya saat pertama mendengarnya. Beberapa saat yang lalu dia juga berhasil ke Gunung Rinjani melalui medan yang sebetulnya tidak diperbolehkan, tetapi melalui belas kasihan Yang Maha Kuasa, dia selalu selamat hingga akhir, dan kuharap dia selalu dalam lindunganNya (ah tambah ga nyambung).

Hal-hal menarik seputar perjalanannya ke tempat-tempat menakjubkan dituangkannya lewat sebuah blog dan blog tersebut cukup ramai dikunjungi. Dia selangkah menuju cita-citanya menjadi duta pariwisata.

Saat ini, meskipun kami terpisah begitu jauh, tapi kadangkala dia memberi kabar tentang petualangannya yang menakjubkan. Aku menangkap keceriaan dalam setiap pesan singkat yang dia tulis. Dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku merasa dia orang yang merasakan kebahagiaan sejati…"

dan dia adalah sahabatku tercinta : ika yuli.



next time i will write a story bout you. how im jealous of ur struggle to reach ur dream, sista. im so proud of being ur brother....miss u sista

Label:

Jumat, 17 April 2009

gombal TV




pingin tahu kebusukan TV. lihat aj. semakin banyak tayangan TV Indonesia yang semakin tidak bermutu. aku prihatin. dan biarlah desain ini menjadi wujud keprihatinanku ini.

Gombal = kain lap yang kotor dan tak berguna. sama kayak tayangan Televisi kita yang semakin tak berguna dan tak bermanfaat.

semoga masyarakat bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk

Label:

Minggu, 18 Januari 2009

visualisasi Tuhan (part 2)

Orang-orang yang bergerak dibidang seni dan desain (NB: agar menyingkat tulisan, maka kita sebut mereka sebagai desainer) adalah orang-orang yang unik. Orang-orang ini adalah orang yang memiliki alam pikiran yang luas, liar, tak terbendung. Tak ada yang mampu mengejar pikirannya yang terbang kemana-mana. Mereka berpikir sesuatu yang oleh orang lain pikir itu tidak mungkin. Itulah letak ke”aneh”annya.


Kehebatannya menjangkau sesuatu diluar nalar ternyata tidak dimiliki oleh semua orang. Desainer memiliki kecenderungan berpikir memvisualkan apa yang ada didalam pikirannya. Bobby De Potter dalam bukunya ”Quantum Learning”, mengatakan orang-orang ini termasuk dalam kategori pembelajar tipe visual, yakni selalu memvisualkan semua hal, termasuk verbal maupun auditorial. Misalnya, jika desainer disuruh untuk mendiskripsikan tentang jeruk, maka ia segera berpikir tentang gambar jeruk, lalu mencoba menggambarkan jeruk lewat sebuah gambar. Dengan secepat mungkin ia mentransfer apa yang ada didalam pikirannya ke gambar tersebut.


Lalu bagaimana cara desainer dalam belajar tentang Tuhan? Bagaimana perjalanan spiritual para desainer dan kaum seniman? Apakah ia masih menggunakan daya visualnya untuk memahami makna Tuhan?


Saya (penulis) jadi teringat akan satu kenyataan di India dan Cina. Kedua negara itu sejak dulu sudah terkenal sebagai negara yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Jauh sebelum revolusi industri di Inggris, atau restorasi Meiji di Jepang, kedua negara itu sudah memiliki peradaban yang sangat tinggi. India dan Cina terkenal sebagai negara penghasil sutera dan perabotan dari guci, emas, dan perak.
Kedua negara itu ternyata memiliki cara sendiri dalam memahami makna Tuhan. Mereka memvisualisasikan Tuhan dalam bentuk berbagai macam patung dan sesembahan yang lain. Bagi mereka, ini adalah kepercayaan mereka. Namun sejatinya apa yang mereka sembah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Patung dan sesembahan-sesembahan itu tak lain tak bukan, hanyalah bukti kepercayaan mereka terhadap Tuhan yang mereka wujudkan lewat jiwa seni mereka yang sangat tinggi.


Tak jauh dari orang India dan Cina, para desainer pun juga berpikir seperti itu. Hanya saja tidak semua desainer mewujudkannya dalam bentuk patung, namun bentuk-bentuk visual yang lain. Apapun bentuknya itu, mereka akan memvisualkan fisik Tuhan. Sebagian desainer menggambarkan Tuhan dalam bentuk sosok raja, lengkap dengan singgasana kerajaannya. Dikepala raja itu, ada sebuah mahkota bertahtakan emas dan berlian yang paling indah. Mungkin juga Tuhan diwujudkan sebagai sesosok Makhluk yang sangat besar, besar sekali hingga tak ada yang mampu menandinginya.


Lalu bagaimana islam memandang hal ini? Bagaimana islam mengajarkan umatnya dalam memahami Tuhannya?


Sebelum kita membahas ini, maka kita harus menyamakan persepsi bahwa jika ada dua hal yang berbeda sifat maka dua hal tersebut tidak dapat dijadikan satu. Contohnya minyak dan air, atau mungkin bangun segitiga dan lingkaran. Selain itu, kita juga harus menyamakan persepsi bahwa sesuatu yang tidak bisa kita lihat maka bukan berarti tidak ada. Ada sesuatu yang tidak bisa kita lihat, namun esensinya ada, listrik misalnya.
Apa yang dilakukan oleh seniman di India maupun di Cina, dan juga para desainer adalah bukti kepercayaannya pada Tuhan. Mereka memahami Tuhan berdasarkan caranya.

Adakah yang salah dari ini semua? Kita perlu hati-hati dalam menyikapinya.


Sebenarnya tidak salah jika mereka mempercayai adanya Tuhan, karena memang Tuhan itu ada. Namun cara mereka memahami Tuhan sangat keliru.
Eksistensi Tuhan tidak terpengaruh oleh kepercayaan kita. Kita percaya ataupun tidak, Tuhan tetap ada. Esensinya, bagaimanapun cara kita memahami Tuhan, ia akan tetap ada. Memvisualisasikan Tuhan kedalam wujud yang ada dalam pikiran manusia adalah sebuah dosa besar.


Sabda Allah dalam kitab suciNya Al-Quran mengatakan bahwa ”....sesungguhnya dari penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda kekuasaanNya bagi orang-orang yang berpikir”.


Jika kita terdampar disatu pedesaan yang kita tidak mengenalnya, lalu kita menebang salah satu pohon kecil disana. Tidak lama setelah itu datang puluhan orang mendatangi kita, dan dengan paksa menghukum kita atas kesalahan kita menebang pohon tadi.
Dari hukum yang berlaku disana, maka kita yakin ada sebuah sistem yang berlaku disana. Jika ada sebuah sistem, secara langsung maupun tak langsung, kita harus mempercayai bahwa ada seorang pemimpin disana. Seorang pemimpin yang membuat, melaksanakan dan mengontrol jalannya sistem yang ada didaerah itu.


Sama halnya dengan memaknai Tuhan, dengan hanya mengetahui adanya alam ini dan sistem yang berlaku dialam ini (hujan, bumi berputar, siang, malam, dll) maka cukup sudah kita mengetahui bahwa ada Dzat yang memimpin ini semua. Dialah Tuhan. Kita tidak perlu memvisualisasikannya, apalagi mewujudkannya dalam bentuk fisik. Tuhan tidak sama dengan makhlukNya, apalagi dengan makhluk ciptaan makhlukNya (patung, bendera, simbol-simbol, dll). Sangat jauh.


Pikiran manusia terbatas. Sedangkan Tuhan itu tidak terbatas. Seperti yang kita setujui, bahwa 2 hal yang berbeda tidak akan bisa disatukan. Kebesaran Tuhan itu tidak terbatas. Sedangkan pikiran manusia yang terbatas, pasti akan menggambarkan kebesaran Tuhan yang terbatas pula, sebatas apa yang bisa dipikirkannya. Mungkin setiap manusia menggambarkan kebesaran Tuhan sebesar 10 cm2, atau 10 km2, atau 1juta km2, atau berapapun itu pasti ada batasannya. Sayangnya, kebesaran Tuhan itu tidak terbatas, apalagi dibatasi oleh pikiran manusia. Jika kita berani memvisualkan Tuhan, maka kita telah berani membatasi Tuhan. Dan jelas, ini adalah satu kesalahan besar karena kita telah menggeser makna ke-Maha Besar-an Tuhan sebesar pikiran kita saja.
Tuhan tidak terbatas ruang dan waktu karena pada dasarnya ruang dan waktu adalah ciptaanNya. Ke-Maha Awal-an Tuhan tidak dibatasi dengan adanya Nabi Adam dialam ini. Ke-Maha Akhir-an Tuhan juga tidak dibatasi dengan adanya kiamat yang sangat jelas diterangkan di Al Quran. Jadi jangan pernah membayangkan Tuhan berada di satu waktu tertentu dan satu tempat tertentu.


Ada satu privasi Tuhan yang tidak bisa kita tembus. Itulah mengapa kita harus menyetujui bahwa jika ada 2 hal yang berbeda, maka 2 hal itu tidak akan pernah bisa disatukan. Tuhan hanya mengijinkan kita memahamiNya lewat alam ciptaanNya ini. Tidak ada yang sanggup melihat Tuhan, bahkan ketika Nabi Musa hendak bertemu Allah, seluruh gunung meletus dan Nabi Musa pun pingsan. Padahal pada saat itu, Allah hanya menunjukkan Nur-Nya saja.


Selain melihat alam ciptaanNya, kita juga bisa melihat Tuhan dengan segala sifat-sifat baiknya. Jika didalam hati kita terbesit untuk jujur, maka yakinlah itu dari Tuhan. Jika kita melihat orang yang sangat pemaaf, maka yakinlah, Tuhan jauh lebih pemaaf dari hambaNya. Karena semua sifat baik adalah milik Tuhan.


Sama halnya jika kita melihat sebuah produk, Aqua misalnya. Dari produknya yang bisa kita beli ditoko-toko atau kantin kampus, maka kita bisa meyakini bahwa disana (entah dimana) pasti terdapat pabrik Aqua. Artinya, dari eksistensi produknya maka kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa produk itu ada produsennya. Kita tidak perlu datang ke pabrik Aqua untuk memastikan apakah pabrik Aqua itu memang benar-benar ada atau tidak, bukan? Cukup dengan melihat gelas atau botol Aqua saja kita bisa melihat adanya pabrik Aqua.


Dan alangkah salahnya jika kita menggambarkan pabrik Aqua dengan imajinasi kita, sementara kita belum pernah datang ke pabriknya secara langsung. Bisa saja kita berimajinasi bahwa pabrik Aqua itu adalah sebuah kolam yang sangat besar yang didalamnya ada ikan-ikan besar seperti paus, dll. Atau kita juga bisa menggambarkan pabrik Aqua seperti gubuk kecil ditengah sawah yang dipinggirnya ada sumur kecil yang menyemprotkan airnya sampai keatas. Semua gambaran bisa saja keluar, namun sayangnya semua keliru.


Mengingat hal ini sudah sangat jelas berdosa, maka sudah semestinya institusi pendidikan yang mengajarkan tentang seni atau desain juga harus mengajarkan akidah yang cukup mendalam pada mahasiswanya. Pengetahuan tentang visualisasi Tuhan seharusnya dijadikan dasar dalam memaknai Tuhan dan menjalankan perintah agamanya. Sudah menjadi tanggung jawab bersama, khususnya perkuliahan agama yang ditunjang dengan kajian agama dijurusan atau sie kerohanian untuk merumuskan satu kurikulum yang tepat dalam pembangunan akidah sehingga mahasiswanya tidak salah dalam memahami agama dan Tuhan.


Ada 2 alasan mengapa kurikulum ini benar-benar menjadi urgensi yang harus segera dilakukan. Yang pertama, peminat jurusan yang menawarkan kebebasan dalam berkreasi ini menjadi meningkat tajam. Dari tahun ke tahun jumlah calon mahasiswa yang mengikuti UMDESAIN semakin meningkat. Beberapa perguruan tinggi sudah banyak yang mulai membuka jurusan ini. Bahkan meskipun perguruan tinggi tersebut tidak memiliki korelasi yang tepat dengan jurusan desain. Rasanya tidak afdol jika tidak membuka jurusan desain.


Alasan kedua adalah, desain, terutama desain grafis, bersifat sangat provokatif. Pekerjaan sehari-harinya adalah membuat iklan. Iklan sangat dekat dekat konsumen. Setiap hari dan setiap saat kita selalu disuguhi dengan iklan. Dari bangun tidur hingga kembali tidur, iklan tidak berhenti menyerang kita lewat berbagai media. Awalnya tidak membeli, menjadi membeli. Ini semua karena kemampuan desainer iklan dalam memprovokasi konsumen.


Sekarang bayangkan, bagaimana nasib dunia ini jika memang kita diprovokasi oleh orang-orang yang memiliki pemahaman akan Tuhan sangat terbatas? Bisa jadi, mereka (dengan segala kemampuannya) akan meracuni pikiran konsumen dengan nilai-nilai dan ideologi yang dianutnya. Astaghfirullah.


Sebagai insan pendidikan, sudah selayaknya kita meng-edukasi pikiran kita semua agar tidak memvisualkan Tuhan, dan tidak membatasi Tuhan dengan visual kita. Jika kita memang percaya Tuhan Maha Pengampun, maka mengapa kita tidak memohon ampun padaNya atas segala kesalahan kita? Wallahualam bis shawab.

Label:

visualisasi Tuhan (part 1)

Sekiranya benar jika ada orang yang mengatakan bahwa kita adalah makhluk yang percaya adanya Tuhan. Setiap orang didunia ini percaya akan adanya Tuhan. Mencari Tuhan adalah sesuatu yang sudah lama dilakukan oleh manusia didunia ini bahkan jauh sebelum masa kita sekalipun.


Mungkin masih terngiang dibenak kita bagaimana guru ngaji kita pernah bercerita tentang pencarian Nabi Musa terhadap Tuhannya. Ia (Nabi Musa) tak percaya bahwa sapi betina adalah Tuhan manusia. Meski mengalami perang batin yang sedemikian dahsyatnya, namun ia tetap percaya bahwa Tuhan itu ada, dan itu bukan sapi betina seperti yang disembah oleh kaum yahudi saat itu. Sama bergejolaknya seperti Nabi Musa, Nabi Ibrahim pun tak percaya bahwa patung-patung buatan ayahnya yang disembah oleh Namrud dan kaumnya adalah Tuhan sebenarnya.


Memang, mencari Tuhan adalah fitrah manusia. Tak bisa dipungkiri, setiap kita pasti merasakan apa yang disebut dengan pengalaman spiritual dalam mencari Tuhan. Ada yang menemukan Tuhan ketika ia berhutang. Ada yang menemukan Tuhan selepas ia dilanda bencana. Ada pula yang menemukan Tuhan dengan berkelana seperti film bertajuk pengembara Tuhan yang diperankan oleh Deddy Mizwar beberapa tahun yang lalu ketika kita masih kecil.


Omong kosong, jika ada yang tidak percaya adanya Tuhan. Firaun pun, sebelum ia tewas tenggelam dilaut merah, akhirnya percaya akan ajaran nabi Musa. Juga ratu Rusia. Semua orang tahu, Rusia adalah Negara komunis-sosialis yang sangat tidak percaya adanya Tuhan. Ia pun mengucapkan kebesaran Tuhan seraya takjub, dalam acara pertunjukan atraksi pesawat tempur dinegaranya. Nenek moyang kita yang beralirankan animisme dan dinamisme pun percaya adanya Dzat ghoib yang menguasai manusia, meski apa yang mereka lakukan kita anggap salah.


Lalu bagaimana dengan pengalaman spiritual kaum yang mengaku seniman atau desainer dalam mencari Tuhannya?

Label:

Minggu, 07 Desember 2008

who am i?




i am moslem

i am PMR

i am OSIS

i am FUPPI

i am theater

i am SKI

i am mading

i am kulintang

i am Stemba

i am english debator

i am HD

i am friendship

i am love

i am mizan

i am trainer

i am active

i am ITS

i am aulia

i am sa'i

i am lagzis

i am warung ilmu

i am ministry of education

i am elgha_biz

i am gusti wahidun's son

i am my dream

i am ghosty

Label:

Sabtu, 25 Oktober 2008

politic on the move

Tuhan, jujur, Engkau tahu kalo aku sangat benci dengan dunia perpolitikan. banyak kemunafikan disana. topeng. yang baik jadi buruk dan yang buruk jadi baik. dunia kacau karena politik. aku benci politik

meski ustad Amin sudah cukup membukakan pikiranku betapa politik itu tidak selamanya buruk. politik itu salah satu cara dakwah. bla bla bala....
namun Tuhan, kembali lagi, aku tidak suka dengan bidang itu.

seperti sekarang. aku lagi wifi-an di pecel pincuk. eh ternyata di lantai 2 ada rapat salah satu partai. aku terjebak didalamnya. aku dengarkan saja apa yang mereka katakan.

sumpah sangat munafik mereka itu. mengatasnamakan "rakyat", berjuang untuk "rakyat", namun apa yang sudah mereka lakukan? mereka mengedepankan kata "rakyat" untuk mengejar kekuasaan bagi mereka sendiri.

mereka sedang mengatur strategi untuk menang. salah satunya dengan memberi sembako.
hei....hello....kenapa kamu memberi rakyat ketika kamu menginginkan sesuatu dari rakyat? kenapa tidak kamu lakukan itu sedari dulu? apa yang kamu lakukan jika kamu kalah? masihkah kamu memberi? maaf, kenapa aku jadi curiga pada kalian?

kawan, mari kita coba menghitung. kata teman saya yang juga jadi caleg, untuk mendapatkan 1 kursi didewan, maka dia harus mendapatkan 100.000 suara.

ok 100.000 suara. ini berarti harus ada 100.000 orang yang harus memilih dia.
menurut hukum pareto (hukum 80 : 20), jika kita menjual pada 100 orang maka 80 orang akan bilang "tidak", dan 20 orang akan bilang "ya".
lalu untuk mendapatkan 100.000 suara, maka ia harus "berjualan" pada 400.000 orang.
ok kita harus berpromosi pada 400.000 orang.

kawan, tahukah kamu apa yang harus dilakukan untuk berpromosi?
seorang caleg harus:
* berbagi sembako. anggaplah untuk per orang dihargai dengan 20.000, maka caleg harus mengeluarkan 8.000.000.000 (8 milyard)
* berbagi kaos dan media promosi seperti stiker, dll. anggaplah harganya 10.000, maka dia harus mengeluarkan 4.000.000.000 (4 milyard)
* untuk promosi dengan event, sewa artis, dll, anggaplah membutuhkan 1 milyard
* beberapa partai memberi "uang" pada pemilih agar memilih caleg yang bersangkutan. biasanya 50.000. berarti membutuhkan 20.000.000.000 (20 milyard)
* dll.
mari kita jumlah. semuanya ada 32 milyard. wooooouw.

pak caleg beri aku 1 milyard saja, maka aku akan mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak tidak mampu dan yatim.

kawan, itu dilakukan oleh sekian ribu bahkan puluhan ribu dari caleg yang ada dinegara kita. bayangkan, andai mereka tidak melakukan ini. mereka bersatu, dan menyatukan uang mereka untuk mengentas masalah rakyat (andai mereka peduli dengan rakyat) maka insya Allah masalah negara ini akan segera tertangani. masya Allah. ada apa ini? siapa yang bodoh diantara kami? maafkan kami ya Allah.


kawan, mari kita renungkan kembali. berapa diantara kita yang tahu bahwa gaji mereka tidak lebih dari 50 juta perbulan?. apa ini sudah balik modal?

kawan, menurut Jalaludin Rahmat dalam bukunya yang berjudul "psikologi komunikasi" mengatakan bahwa, atraksi manusia didunia ini didasarkan atas hubungan dagang, artinya setiap manusia berhubungan dengan manusia yang lain atas dasar untung dan rugi.

kawan, kembali lagi ke poin utama, kira-2 dengan uang yang dikeluarkan segitu dan uang yang didapatkan segitu, apa yang dilakukan oleh para caleg ketika sudah menjadi dewan?
anda dan saya pasti menjawabnya bukan?

wallahualam bi showab.

Label:

Rabu, 17 September 2008

suara hati

suara hati
aku mendengar istilah ini ketika aku mengikuti training ESQ. suara hati adalah bisikan Allah lewat hati nurani kita.
pada prinsipnya kita semua memiliki suara hati itu, entah kaya, miskin, tua, muda, besar, kecil, penjahat, kiai, dll . Allah mengilhamkan suara hati pada kita berwujud 99 nama Asmaul husna.
cinta, kasih sayang, lembut, indah, adil, jujur, dan lain-2.
berbeda dengan emosi, suara hati adalah sumber dari emosi. dengan kata lain, emosi adalah ungkapan dari suara hati.

meskipun kita semua memilikinya, namun kita sering mengingkarinya. lihat saja, ketika kita melihat sampah di jalan yang bersih, apa yang terjadi? suara hati kita yang berasal dari sifat Allah yang Maha Menyelamatkan, dan Maha Indah, mengatakan untuk memungutnya dan lalu membuangnya ditempat sampah. namun apa? kita selalu mengingkari suara hati itu. kita hanya melewati sampah itu saja, tanpa berbuat apa-2.

ketika seorang pencuri yang tertangkap basah disuruh untuk mengakui kesalahannya, pada dasarnya, suara hati mereka mengatakan untuk jujur saja, karena Allah Yang Maha Jujur telah membisiki untuk mengakuinya. namun, tetap saja, si pencuri litbang (berkelit dan membangkang).

ketika seseorang dihadapkan pada kondisi sosial/pendidikan dilingkungannya yang mengenaskan, anak-anak putus sekolah, kebodohan, dan lain-lain, aku yakin suara hatinya mengatakan untuk berbuat sesuatu. namun apa yang terjadi, kebanyakan dari kita sering mengabaikan suara hati yang berasal dari Allah yang Maha Pintar dan Sang Maha Guru kita.

aku sering berpikir, mungkin inilah kenapa banyak hal-hal yang tidak benar dan menyimpang didunia ini. karena banyak sekali orang yang mengabaikan suara hati.

teman-teman, mulai sekarang, ayo kita latih suara hati kita. dengarkan suara hati kita. jika suara itu terlalu kecil, maka coba benar-2 dengarkan dengan teliti. "masuki" dirimu dengan sungguh-sungguh, dan benar-benar rasakan suara hati itu.

teman, sudah cukup kita mengingkari Allah. sudah cukup Allah murka pada kita didunia ini. jangan sampai Allah murka pada kita di AKhirat juga. sudah cukup kita membangkang pada ajakan Allah untuk berbuat baik. jangan sampai kita menambahinya lagi. mari kita bertaubat dan mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.

Label:

Rabu, 03 September 2008

sifat dasar manusia

kemarin aku kuliah "presentasi desain". dosennya mas bayu. masih muda makanya minta dipanggil mas saja.

saat itu kita sedang membahas tentang psikologi. mas bayu bertanya pada semua mahsiswanya, " apa sifat dasar manusia?baikkah atau burukkah?" ada yang menjawab baik, dan ada yang mengatakan netral ibarat kertas yang kosong. dan ketika itu ia menunjuk padaku.
oh God, maafkan aku, kemarin secara tidak sengaja terceletuk dipikiranku ....."pada dasarnya sifat manusia itu buruk. kita dilahirkan tidak ubahnya seperti hewan yang dilahirkan. kita punya insting hewani. bayi yang lahir didunia ini pada dasarnya adalah BAJINGAN." semua tersentak kaget. kok bisa? entah setan apa yang ada dipikiranku aku kok berkata demikian.

lalu aku melanjutkan, "bayi adalah bajingan yang tidak pernah kita sadari. lihat saja bayi-2. mereka pada dasarnya adalah lemah (sifat baikkah "lemah" itu? atau buruk? bukankah Allah mengatakan bahwa jangan sampai kita menjadi orang yang lemah dan janganlah bersedih?).

selain lemah, mereka adalah majikan yang semena-mena. lihat saja, gara-2 bayi, akhirnya pada malam hari sang ibu atau ayah harus bangun untuk menggantikan popoknya, atau menyusukan kalo lagi kehausan. sang ayah harus bekerja ekstra keras agar bisa membelikan susu dan makanan bayi yang harganya semakin lama semakin melambung. sifat apakah ini? baikkah atau burukkah?


mereka, cuma mau menang sendiri. jika kemauannya tidak dituruti, mereka tak ragu-ragu untuk teriak. sifat apakah ini? baikkah atau burukkah?

mereka terlahir dengan telanjang dan miskin. sifat apakah ini? baikkah atau burukkah?

mereka kencing dan berak sembarangan dan tanpa mau membersihkan tempat yang dikotorinya bahkan membersihkan kemaluannya sendiri. sifat apakah ini? baikkah atau burukkah?

dan masih banyak lagi kekurangan manusia diwaktu kecilnya. itulah kenapa mengubah keburukan bayi adalah menjadi agenda rutin, terprogram, dan WAJIB bagi para orang tua.

untuk itulah juga pentingnya pendidikan. itu pulalah pentingnya pelajaran agama, atau PPKN. itu jugalah pentingnya kehidupan ini ada, yaitu untuk memberi pelajaran hidup bagi manusia kecil yang bertumbuh terus itu bahwa hidup itu butuh kemandirian, etika, estetika dan akidah.

untuk itu pulalah sejak pertama kali lahir si manusia kecil langsung di adzan. agar ia mampu mengenal, siapa Tuhannya.

mari kita bedakan dengan bayi rusa.ketika baru saja lahir, si induk langsung menendang anak rusa agar bisa berdiri tegak. ini sebuah pelajaran hidup bahwa untuk bertahan hidup si bayi rusa harus bisa berdiri agar bisa berjalan dan bisa berlari, karena si pemangsa selalu siap setiap saat untuk menyantapnya.

lalu lebih mulia mana, kita atau rusa?

mari bandingkan dengan bayi penyu yang ketika menetas, ia langsung pergi ke pantai? siapakah yang mengajari mereka datang ke pantai? tak ada. Wallahu alam. ini juga pelajaran hidup bahwa penyu hanya bisa hidup di air, makanya mereka harus segera ke laut.

lalu lebih mulia mana, kita atau anak penyu?

mari merenung bersama. sudah sejauh apakah kita bisa disebut manusia-yang katanya makhluk paling sempurna? atau jangan-jangan kita masih kalah mulia dibandingkan dengan hewan atau makhluk Tuhan yang lain?

maafkan aku ya Allah jika apa yang aku pikirkan ini tidak benar. sungguh bukan berarti aku mengingkari (calon) titipanMu itu. aku hanya ingin manusia tahu bahwa dirinya itu lebih bobrok dari makhlukMu yang lain. aku berharap aku dan manusia yang lain mampu mengubah diri yang hina ini. ampuni aku Tuhan.

Label:

Kamis, 28 Agustus 2008

how Sa'i are you?


sungguh, saya merasa aneh ketika saya berjalan bareng teman-2 di sebuah mall. mereka bilang jalanku terlalu cepat. ya sih. ketika saya berjalan, ternyata ketika saya lihat kesamping, teman-2 sudah ga ada. ternyata mereka ada dibelakangku. jauh. lalu aku menunggu mereka, dan ketika berjalan lagi ternyata aku duluan lagi.

saya merasa saya yang aneh, atau teman-2 saya yang aneh ya?

saya memang belum berangkat haji, namun saat ini saya sedang mencoba memahami rukun-2 haji salah satunya adalah SA'I atau lari kecil.

lari kecil adalah bukti mobilitas kita. sai (menurut pemahamanku)tidak hanya di mekkah saja, atau saat haji saja, tapi harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-2.

rasulullah pun dulu jalannya cepat. why?. ya, jalan cepat ternyata mampu menghemat waktu kita sekian menit, sekian jam yang jika kita kumpulkan akan bisa menjadi sekian hari, sekian bulan, sekian tahun.

waktu adalah aset manusia dalam menjalani hidup. berguna atau tidaknya hidup kita tergantung bagaimana kita bisa menggunakan modal kita itu. jadi intinya modal hidup kita adalah 2 hal yakni, fisik kita (termasuk juga otak kita yang dengan itu kita berpikir), dan yang satu lagi adalah waktu. jadi ayo kita gunakan sebaik mungkin. saya sangat yakin kita semua adalh makhluk yang tidak ingin rugi, bukan? jadi, ayo kita hemat waktu kita dengan ber-SAI.

hidup sai!!!
hidup sai!!!

hidup sai!!!
hidup sai!!!


hidup sai!!!
hidup sai!!!

Label:

Jumat, 15 Agustus 2008

seimbang

selama aku merenung ketika mencari jawaban atas keberangkatanku kepapua, aku menemukan satu hal (meski ga nyambung sama masalahku), yakni : SEIMBANG.

seimbang, ya seimbang. ternyata dunia ini jalan dengan keseimbangan. ada yang lahir dan ada yang mati, ada yang kafir dan ada yang beriman, dll. lihat saja jika kita tidak seimbang, maka kita akan mati. kehidupan akan binasa.

aku melihat wajahku dikaca spion motorku. semuanya simetris, ada kanan, dan ada kiri. ternyata seimbang. aku mencibirkan bibirku kekanan 2senti, sepertinya aneh. ya aneh ya ternyata kalo kita ga seimbang. senyum itu terasa hambar.

aku menaiki motorku, tiba-2 lampunya rusak, kop lampunya retak, sehingga nyalanya kearah kanan. wuih rasanya jalan yang lurus itu ada disebelah kanan. ketika aku mengikuti arah lampu disebelah kanan, ternyata lampu itu kekanan lagi. arrrgh, ternyata dunia yang tak seimbang itu tidak enak. menyesatkan.

aku lalu mencoba mengangkat satu kakiku. agak lama, ternyata terasa tidak enak.

satu hal yang aku pahami dari kasus ini, yaitu kita harus berjalan dengan seimbang dibumi ini. jika tidak seimbang, maka tunggu saja kehancuran akan datang.

kata dosenku, sebuah desain yang bagus itu harus balance. ternyata balance itu seimbang.

otak yang bagus harus bisa seimbang antara kanan dan kiri.

kecerdasan itu harus seimbang antara emosional, dan intelektual. percuma kita pintar tapi sombong, sebaliknya percuma kita baik hati, namun gampang dibodohi orang. sungguh aku bersukur karena ternyata ketika diperiksa psikolog aku menggunakan 53% otak kiri dan 47% otak kanan. ini berarti otakku seimbang.

seberapa sering kita mendengar kata "makanan seimbang"? ya, inilah kata para ahli kesehatan akan pentingnya keseimbangan.

hidup harus seimbang.

so sudah seimbangkah hidupmu ???

Label:

Rabu, 11 Juni 2008

i will always return, God!

I hear the wind call my name -
The sound that leads me home again.
The sparks of the fire,
A flame that still burns...
To you, I will always return.

I know the road is long,
But where you are is home.
Wherever you stay,
I'll find the way.
I'll run like the river,
I'll follow the sun.
I'll fly like an eagle,
To where I belong.

Can't stand the distance,
I can't dream alone,
I can't wait to see you -
Yes, I'm on my way home.

Now I know that it's true,
That every road leads to you.
And in the hour of darkness,
Your light gets me through.

You run like the river,
Your show lights the sound.
You fly like an eagle,
You are the one.
I've seen every sunset,
And with all that I've learned -
It's to you I will always,
Always,
Return.

Label:

Senin, 12 Mei 2008

malu

kemaren ada ust Abu Bakar Baasyir kasih pengajian di masjid depan rumahku. rame banget. ga nyangka ustad se-kaliber dia mau bersedia datang di daerah sekumuh, sekecil rumahku.

melihat beliau merasa diri ini ga ada apa-2nya. perjuangannya memperjuangkan islam begitu getolnya. aku merasa apa yang aku lakukan saat ini sangat juuuuuuuuuaaaaaaaaauh dari kurang.

juga melihat seorang tambal ban dibawah jembatan gubeng. berpotongan rambut cepak dan menggendong seorang anak. ketika banku kempes disana, dia menaruh anaknya di bangku tempat duduk pelanggannya.
dan..............
siapa sangka ternyata si penambal ban adalah seorang wanita.

orang2 seperti mereka, secara terlihat ataupun tidak, adalah pejuang2 tangguh. orang-2 yang selalu menyadarkan aku betapa kecilnya diriku. kosong, apa yang selama ini aku lakukan. orang-orang yang selalu membuatku merasa harus "berbuat" sesuatu untuk bumi ini, kehidupan ini.

mungkin, bagi sebagian orang, apa yang dilakukan oleh ibu penambal ban adalah profesi yang hina. kecil. kotor.
namun siapa yang tahu bahwa dari tenaganya mengangkat motor ketika membetulkan posisi motor, dan tangan kotornya ketika memegang oli, bisa memberi kehidupan bagi si anak kecil yang masih belum mampu berdiri sendiri dengan tegap? dari tiap tetesan keringatnya, ia membeli susu dan bubur untuk sang buah hati.

sohib, ayo bergerak!! buat karya setinggi mungkin bagi kehidupan ini.

Label:

Rabu, 30 April 2008

perjalan mencari Tuhan (2)

tak ada yang abadi didunia ini.
sungguh, hanya Allah, Tuhan Yang tiada berawal dan Tiada Berakhirlah yang abadi.
semua hal didunia ini adalah relatif.

itu adalah kata kakak-2 SKI-ku dulu. sempat bingung sih. tapi Alhamdulillah ane sekarang dapat memahaminya, seperti ini.

jelaslah sudah, tak ada manusia yang memiliki umur yang panjang. paling-2 cuma di 3 generasi saja, ia sudah koid. musnah dan harus ditelan bumi. berteman cacing (bagi yang dikubur di tanah), berkawan dengan plankton laut (kalo yang mati tenggelam).
bukan cuma manusia, tanaman dan hewan pun juga bisa mati.

itu aku sudah paham. lalu apa makhluk nyata /real / konkrit saja saja yang bisa mati di dunia ini?

tidak tuh, sebuah peradaban pun juga ga abadi. dulu di Indonesia saja berada pada masa kerajaan sriwijaya ato mojopahit. lalu ketika islam datang, semua berubah. banyak yang pada akhirnya masuk islam. lalu mereka (kerjaan-kerajaan tadi, red) pun juga sudah musnah. mereka melarikan diri ke tengger atau daerah gunung bromo, lalu ke bali.
lepas itu, kita masuk pada masa penjajahan oleh para kompeni.
jaman pun berubah. kita dihantui oleh teror senjata (yang dianggap baru oleh masyarakat kita pada saat itu), feodalisme, dll. si pitung pun kewalahan menghadapinya. samson apalagi. si buta pun sembunyi di gua hiro (eh salah, gua hantu).
datanglah bung tomo yang dengan gagah berani mengatakan "rawe rawe rantas malang-malang putung. gemah ripah loh jinawi. bhineka tunggal ika. jalesveva jayamahe". halah. membakar semangat arek-2 suroboyo untuk terus berjuang demi kemerdekaan.
dst dst dst
kini kita hidup di era modern. kelewat modern malahan. semua pekerjaan bisa dilakukan dengan cuma "klik", atau kalo ga bisa, kamu harus punya "trik". tapi jangan salah, ada cara lain yaitu dengan "magic" biar "asik". hehehe. nyanyi yuuuuk.
semua masa berubah dari waktu ke waktu.

apa itu saja? adakah yang tidak abadi di dunia ini?

sifat.
kata-2 sifat yang kita kenal selama ini memang tidak kekal. jahat.cantik.cakep.pintar.bodoh.manis.pahit.dll, bahkan apa yang kita sering sebut dengan CINTA.
kenapa kok tidak kekal? terkadang apa yang kita liat buruk, itu belum tentu buruk. dan apa yang kita lihat baik, belum tentu itu baik.
"bohong" misalnya. belum tentu itu buruk. terkadang disaat-saat tertentu, kita harus berbohong.
"cinta" misalnya. apa bisa kita mencintai pasangan kita sampai usia senja?. karena cinta kita itu akan musnah.
hanya cinta padaNya saja yang taka akan bisa berakhir.hanya cinta pada yang tiada Akhir maka cinta itu tak akan pernah berakhir.

tiada yang kekal didunia ini.
memang terbukti sudah. Tuhan Ada. ada beserta segala sifat-sifatNya yang kekal dan Abadi. Mutlak.

Label:

Kamis, 03 April 2008

komitmen

pernah terpikir tentang komitmen? seberapa penting arti komitmen bagi kita? kenapa harus berkomitmen?, dll?

saya mencoba untuk menulis apa hasil renungan saya kali ini.

komitmen. sepertinya sudah lama saya tak lagi mendengar kata ini. yang terakhir adalah ketika saya bekerja di HD. kata komitmen begitu didengungkan sebagai bukti kepedulian kita terhadap rekan kerja kita.

komitmen bisa berarti janji. sebuah janji yang dipegang kuat lalu melakukan sesuatu demi janji itu. dalam islam, janji adalah hutang. begitu pentingnya kita menepati janji hingga Allah mengatakan, salah satu ciri-2 orang munafik adalah orang yang mengingkari janji. dan Allah mengancamnya dengan hukuman neraka yang paling dasar. masya Allah. menakutkan sekali. kata guru agamaku, pak Tasrifin tercinta, orang munafik itu jauh lebih kejam dari pada orang kafir sekalipun karena ia adalah orang islam, yang tahu hukum islam, namun melanggar.

ya Allah jauhkanlah aku, keluargaku dan teman-2ku dari sifat demikian.

andaikan janji dan komitmen itu memiliki arti yang berbeda dan kita urutkan tingkat prioritasnya, maka saya setuju jika komitmen diurutkan lebih tinggi daripada janji.
komitmen memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar. dan memang harus dilaksanakan. ini adalah sebuah amanah.
dengan alasan inilah maka setiap instansi lalu menggunakan kata "komitmen" sebgai hal yang ia jual.

komitmen. sekiranya benar jika nilai komitmen berbanding lurus dengan nilai harga diri kita. artinya dengan komitmen itulah kita "menjual diri" kita. semakin tinggi kita mampu menjalankan amanah untuk berkomitmen maka makin tinggi pula harga diri kita dimata stake holder kita. dan juga sebaliknya. untuk itu, maka saya ingin berpesan khususnya terhadap diri saya sendiri, jangan sampai kita bermain-main dengan komitmen. sangat rentan. seperti ujung mata pedang. bisa menjadi positif yakni semakin meningkatkan harga diri kita. juga bisa menjadi negatif dengan menurunkan harga diri kita.

komitmen juga berdampak pada kepercayaan. sohib, satu hal yang aku percaya di dunia ini, yakni kita bs hidup di belahan bumi manapun asalkan kita dipercaya. ya, dengan modal kepercayaan inilah kita bisa hidup di dunia. bayangkan jika masing-masing dari kita saling curiga, apa bisa tercipta kedamaian dan ketenangan di kehidupan kita?.
saya cukup banyak membuktikannya terutama di bidang bisnis. hingga saat ini, ketika berbisnis dengan orang lain saya selalu mengandalkan kepercayaan. dan alhamdulillah, lancar.
jika kita mampu menjaga komitmen dengan baik, maka percayalah, poin kepercayaan oranglain terhadap kita akan meningkat. kabar baiknya, komitmen selalu memberi sumbangan poin kepercayaan yang paling tinggi diantara yang lain.

kepercayaan itu mahal harganya. perlu waktu yang lama untuk membangunnya. untuk itu sekali lagi, saya mengingatkan terutama pada diri saya sendiri, ayo bangun kepercayaan. jaga dan rawat dengan baik. jangan sampai hilang karena kesempatan selalu datang mengetuk hati setiap orang, namun jarang ada yang bisa memanfaatkan dengan baik.

yuk sama-sama belajar untuk berkomitmen. memegang teguh janji-2 kita. siiiip!!!!

Label:

Senin, 25 Februari 2008

Pulau kecil? so what gitu lo!!



Kebayang ga, betapa besar negeri kita ini?. Kita mungkin selama ini Cuma tau tempat kita berada saja, surabaya misalnya. Atau parahnya lagi, kita Cuma tau kos kita aja!!.
Coba bayangkan, kita ini memiliki 17 ribu pulau lebih. WOI..... sadar men angka 17 ribu tuh banyak banget!!!!. Kalo ga percaya, mau ga sebutin angka 1 sampai 17 ribu? Butuh berapa waktu kita untuk menyebutnya? Lalu, dah berapa pulau yang kita kunjungi? Paling-2 Cuma jawa, bali.
Trus, tau ga 9634 pulau belum bernama? Dan 12000 belum berpenduduk. Artinya, itu buanyak buanget men.
Kita seringkali merasa miskin dan tak punya apa-2. Kali ini aku pingin kita semua sadar kalo negeri kita itu SANGAT KAYA. All we have to do is, ”MEMANFAATKANNYA”. Simpel kan?
Ya, inilah, sistem pendidikan kita tidak pernah mengenalkan bagaimana caranya agar kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Kita Cuma dikenalkan kalo indonesia itu dari sabang sampai merauke. Itu aja. Titik. Ironis memang. Sebenarnya dari pulau-2 itu kita bisa mendayagunakannya menjadi bermacam-2 manfaat, seperti pemanfaatan sumberdaya alam yang ada disana(minyak, gas bumi, mineral, dll), pariwisata bahari, industri maritim, jasa angkutan, dll. Semuanya bisa menghasilkan duit men. So, buat apa menganggur?, manfaatkan tuh pulau-pulau yang belum terjamah itu.

Kali ini aku ingin share, kalo ternyata, pulau-pulau kecil itu memang HARUS di manfaatkan, selain hal-2 diatas, terlebih penting lagi adalah demi KEUTUHAN NKRI. Jika pulau-2 itu hilang, maka batas wilayah kita semakin sempit. Bisa bayangin ya?
Percaya ga, selama ini pulau-2 itu sengaja dan atau tidak sengaja telah dihilangkan.

Secara tidak sengaja artinya, dengan naiknya suhu bumi, maka es di kutub mencair, sehingga permukaan air laut menjadi naik, dan ini berarti, pulau-2 itu bisa berpotensi untuk hilang tertutup air laut.
Lalu, yang membuat shock adalah, pulau-2 itu secara sengaja telah dihilangkan. Pasir-2 yang ada disana sengaja dikeruk dan dijual ke negara lain. Bayangin, dengan kita mengeruk pasir disana, berarti kita telah ”merobohkan” negara sendiri dan ”membangun” negara lain.
Mungkin pada saat dijual itu, kita mendapatkan banyak uang, tapi itu sebenarnya tidak sebanding dengan keutuhan negara kita. Lalu pemerintah pun mulai beraksi dengan mereklamasi pulau itu. Tapi tahu ga sih, harga yang harus dibayar untuk reklamasi itu, malah juauh lebih mahal dari uang yang kita dapatkan ketika jual pasir itu.
Teman, ayo dong sama-2 kita berpikir tentang negeri kita tercinta ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita selama ini terlalu sering bercanda gurau, bersenang-2, dll, tanpa sedikit pun berpikir bagaimana caranya menyelamatkan negeri kita ini.
Oh negeriku, jangan jual dirimu!!! Aku masih cinta padamu.

Label:

Minggu, 27 Januari 2008

Pelajaran berharga seorang Ayah

Dulu sebelum tidur, ayah selalu memberiku cerita dongeng yang berisikan pelajaran hidup.

Ada
beberapa hal yang aku masih ingat sampai sekarang, yakni:

· Kalau bekerja jangan sampai kena matahari.

Jauh setelah dia meninggal, aku baru menyadari bahwa kalau bekerja itu dari pagi sampai malam. Sebelum matahari terbit, hingga sesudah matahari tenggelam

· Keraslah terhadap kehidupan, maka kehidupan akan lunak

· Anak laki, kalau siang jangan ada di rumah.

aku juga baru tahu kalau anak laki itu harus kuat. Jangan santai-santai saja. Segera cari ilmu, cari kerja, cari pengalaman.

· Tidur yang di ridhoi Allah adalah tidur karena kecapekan

Thanks dad, I’m so proud of had a father like you. Wish to see you at heaven. Luvu always.

Label: