Kamis, 09 Juni 2011

Link and Match Program

oleh: Gusti Mohammad Hamdan, ST

Aku mendengar kata ini sejak aku berada di STEMBA. Bu Yekti yang mengenalkanku ketika aku bertanya apa bahasa inggrisnya PKL (Praktek Kerja Lapangan). Hari ini aku sangat beruntung karena aku bertemu langsung dengan penggagasnya. Beliau, pak Wardiman Djojodiningrat. Sebuah nama yang wajib dihafalkan sebagai nama menteri Pendidikan dan kebudayaan pada era orde baru.

Program ini adalah sebuah jawaban atas permasalahan bangsa yang sudah sangat klasik yakni pengangguran. SMK sebagai sebuah institusi yang mencetak lulusan kerja diharapkan benar-benar mampu mengurangi angka pengangguran di negeri kita tercinta Indonesia ini. Untuk membekali siswa SMK dengan keterampilan kerja dan mengenalkan mereka pada dunia kerja, maka pemerintah mencanangkan program Link and Match yakni program magang di perusahaan yang sesuai dengan jurusan yang diambil siswa.

Pada saat itu pemerintah bersama dunia industri telah membuat sebuah silabus untuk mengatur pelaksanaan Link and Match program ini. Di Jakarta pada saat itu, beberapa industri telah melaksanakan silabus tersebut dengan tiap beberapa siswa akan mendapatkan satu pembimbing dari perusahaan dan sekolah. Satu bulan siswa akan mengerjakan pekerjaan A, lalu bulan berikutnya B, berikutnya C, dst. Program ini (sejatinya) mampu membuat siswa SMK menjadi lebih terampil dan menjadi siap kerja. Namun dalam pelaksanaannya, program ini tidak berjalan mulus. Beberapa sekolah menempatkan siswa di perusahaan yang kurang tepat. Hal ini mengakibatkan siswa menjadi bingung apa yang harus dilakukan. Satu kasus yang diangkat pada saat itu adalah tentang sekitar 200 siswa magang di sebuah perusahaan raksasa di bidang otomotif di Jakarta. Pada seminggu awal melakukan magang di perusahaan, sekitar 20% dari siswa membolos, selebihnya kurang memiliki attitude / sikap yang baik. Setelah ditanya tentang alasan membolos, (diluar dugaan) ternyata siswa bingung tidak tahu harus berbuat apa di perusahaan tersebut.

Link and Match program menuntut sebuah sekolah untuk memberikan pelatihan terlebih dulu pada siswa tentang lingkungan kerja. Beberapa diantaranya adalah tentang disiplin, sikap, dan kompetensi siswa yang berkualitas. Ini bisa dilatih ketika siswa berada di lingkungan sekolah. Jam datang misalnya. Siswa harus dilatih untuk datang tepat waktu, tidak terlambat dan tidak membolos. Kenyataannya di sekolah, jika siswa terlambat, maka sekolah masih memberi toleransi, bahkan (beberapa sekolah) toleransinya sangat besar. Ini membuat siswa tidak terlatih disiplin dari sisi waktu.

Selain itu dunia industri juga menuntut siswa untuk memberikan hasil kerja yang maksimal. Misal, perusahaan Televisi. Jika kondisi TV yang diproduksi bagus, maka akan diberi kode “Accept”, sedangkan jika kondisi produksinya buruk, maka akan mendapatkan kode “Reject”. Dunia industri sangat ketat terhadap mutu hasil produksi, maka untuk itu dibutuhkan karyawan yang benar-benar mampu bekerja dengan baik. Kenyataannya berbeda dengan pendidikan di sekolah. Jika siswa melakukan kesalahan, maka siswa masih diberi nilai standar, bahkan jika siswa melakukan kesalahan pun toleransinya masih cukup besar. Ini sangat tidak mendidik siswa untuk bisa memberikan kualitas kerja yang optimal.

Saat ini dunia sekolah menjadi dilemma seperti “daging hamburger” yang diapit oleh dua roti. Bingung menentukan pilihan, apakah harus mengikuti standar yang diinginkan dunia industri sehingga harus menerapkan sistem pendidikan yang ketat dan super disiplin, ataukah mengikuti arahan dari pakar-pakar psikolog tentang kelembutan dalam pendidikan yang telah mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak hukum. Jika sebuah sekolah menerapkan kedisiplinan pada siswanya, lalu memberikan hukuman pada siswa yang terbukti bersalah, maka pihak orang tua dan lembaga hukum anak tidak menyetujuinya dan akan menyalahkan sekolah atas keketatannya. Namun jika terlalu disayang, maka anak tidak bisa berkembang terutama dalam pendidikan sikap dan perilaku.

Itulah kebingungan yang dihadapi oleh sekolah. Untuk menanggulangi hal ini, sekolah harus memiliki karakter sendiri bagaimana bisa menghadapi kedua hal tersebut secara bersamaan. Kata Bang Jay, seorang pakar bisnis dan pelatihan mental mengatakan bahwa dia pernah diundang untuk bicara didepan siswa dan orang tua siswa tentang pentingnya sebuah penanaman sikap dalam sebuah kegiatan rapat guru dan orang tua siswa. Ini bisa ditiru, karena menurut beliau hasilnya cukup optimal. Beberapa orang tua menjadi sadar bahwa jika mereka menitipkan anaknya disekolah, maka pihak sekolah punya kewenangan untuk juga mendidik anak tersebut. Dan salah satu bentuk pendidikan yang diajarkan disekolah adalah mengenai sikap.

Beberapa keluhan dunia industri ini dinilai wajar, karena tidak ada satu pun manusia didunia ini yang mau memiliki anak buah yang tidak memiliki sikap yang baik, seperti: sering berbohong, tidak pernah tepat waktu, tidak mau menerima masukan, dll. Untuk itu, maka selain kompetensi, sikap juga akan terus menjadi pertimbangan dunia industri untuk menerima karyawan. Dengan Link and Match program, pemerintah berusaha untuk menjawab permasalahan ini dengan cara membekali siswa dengan pengetahuan dan pelatihan dunia kerja.

Link and Match program juga menuntut sekolah untuk memilihkan dunia industri yang tepat pada siswa, baik pada saat magang maupun pada saat lulus. Contoh kasusnya adalah jumlah lulusan SMK jurusan otomotif di daerah Bondowoso sangat tinggi. Ini tidak sebanding dengan kebutuhan dunia industri otomotif di daerah itu. Sekolah yang menerapkan Link and Match program dengan baik akan mengarahkan siswanya untuk bekerja di daerah dimana daerah tersebut membutuhkan tenaganya.

Bagi siswa yang hendak melakukan magang atau kerja di industri yang bidangnya tidak sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya di sekolah, maka sekolah bisa mengarahkan jenis-jenis pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan oleh siswa tersebut di perusahaannya YANG TERKAIT DENGAN JURUSANNYA. Salah satu contoh adalah siswa jurusan desain grafis melakukan magang di instansi dinas perindustrian. Sekilas memang tidak ada keterkaitan antara jurusan yang dipelajari siswa dengan departemen dimana siswa berada. Namun demikian, sekolah bisa mengarahkan siswanya untuk lebih kreatif dalam memandang sebuah pekerjaan, seperti: mengerjakan brosur dinas perindustrian, pembuatan kemasan untuk UKM-UKM binaan dinas perindustrian, dll. Dengan melakukan pekerjaan yang sesuai, maka kompetensi siswa bisa terarah dan hasil kerja siswa akan lebih optimal.

Link and Match program kini hanya wacana. Buktinya hingga sekarang tidak ada sekolah yang benar-benar menyiapkan siswanya untuk siap terjun didunia kerja. Mereka hanya mengajarkan siswanya pelajaran sesuai dengan kurikulum yang dibuat. Tidak ada pendidikan sikap. Tidak ada pelatihan dunia kerja. Beberapa sekolah bahkan membiarkan siswanya mencari tempat magang sendiri tanpa tahu pasti apa yang bisa dikerjakan oleh siswa di perusahaan tersebut. Beberapa sekolah juga tidak memantau apakah siswanya masuk atau tidakkah pada saat magang. Semuanya lepas kendali. Bukan seperti itu tujuan dari Link and Match program ini.

Saat ini bpk Wardjiman bersama gubernur DKI Jakarta Bp. Fauzi Bowo sedang merumuskan konsep baru tentang magang siswa SMK yang bertajuk PPKSK (Program Pelatihan Kompetensi Siap Kerja). Setelah dipaparkan oleh beliau tentang program ini, saya menemukan perbedaan pada pembangunan mental guru dan pembangunan infrastruktur. Kasus yang diangkat adalah sekolah yang ada di Jakarta. Dengan siswa berjumlah lebih dari 600 siswa, sedangkan computer yang dimiliki hanya 10 unit. Ini tidak berimbang. Semestinya pada saat berada di laboratorium komputer, setiap siswa harus memegang satu komputer. Itu idealnya.

Pada saat ditanya, apakah memungkinkan program PPKSK diterapkan di Jawa Timur khususnya Surabaya yang saat ini lebih dikenal sebagai kota vokasi, beliau hanya menjawab “jika saya diminta oleh gubernur atau pejabatnya, maka saya mau”. Lanjutnya, guru-guru harus bersatu untuk merayu gubernur agar mau meminta beliau menerapkan program ini di daerah Jawa Timur. Ya semoga apapun nama programnya, itu bisa menjadikan Indonesia ini menjadi lebih baik.

Label:

Senin, 05 April 2010

sekolah kreatif SMK IPIEMS







Era teknologi informasi telah berlalu. Saat ini dunia sedang memasuki era industri kreatif, yakni sebuah era yang mengedepankan ide dan konsep kreativitas sebagai komoditinya. Bidang-bidang yang masuk dalam industri kreatif diantaranya adalah Arsitektur, Musik, Fashion, Desain Komunikasi Visual, Multimedia, Perfilman, dan lain-lain. Orang-orang yang menguasai dibidang-bidang itulah yang sangat dibutuhkan di era ini.

Untuk mencetak insan-insan kreatif dibutuhkan sekolah kreatif yang mengajarkan pada siswanya untuk selalu berkarya dan menciptakan hal-hal baru. Kreatifitas bukanlah sebuah bakat, namun merupakan sebuah proses pembelajaran. Untuk itu kreatifitas perlu diajarkan sejak dini.

SMK IPIEMS sebagai sekolah kreatif merupakan satu pilihan tepat untuk mencetak anak kreatif yang akhirnya mampu bersaing di era industri kreatif ini. Program dan fasilitas yang dimiliki oleh SMK IPIEMS sangat memadai untuk dikatakan sebagai sekolah kreatif. Untuk itu maka SMK IPIEMS dengan bangga mengenalkan dirinya sebagai sekolah kreatif di masyarakat umum terutama di Surabaya.

Label:

Senin, 18 Januari 2010

Prihatinkah?

“tak susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan atau mungkin ribuan sekolah miskin seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen ingin kawin, bisa rubuh berantakan” (Laskar Pelangi hal 17)

Untuk kesekian kalinya aku harus merasa tertampar oleh kondisi pendidikan bangsaku. Dan rasanya firasatku mengatakan tamparan itu akan datang lagi, entah besok, lusa, atau setelah aku menyelesaikan makanku pagi ini. Apa yang dikatakan oleh Andrea Hirata dalam novelnya “Laskar Pelangi” yang salah satu kalimatnya kukutip dalam pembukaan tulisanku ini – memang sebuah kenyataan yang benar adanya.

Dulu, ibuku sering bercerita betapa mengenasnya sekolahnya waktu itu. Ruang kelas lebih cocok dikatakan sebagai kandang ayam. Baunya begitu apeg. Apalagi seusai istirahat sekolah, dimana bau keringat anak-anak bercampur dengan pakaian lusuh yang sudah seminggu tidak dicuci.

Ku kira itu hanya dulu.

Pun aku juga merasakannya. Setiap anak diwajibkan membawa ember kecil sesuai urutan piketnya. Sekedar jaga-jaga kalau saja hari itu hujan sedang turun. Pasalnya hampir di tiap titik di sudut kelas ruang sekolahku bocor. Atapnya rapuh, plafonnya pun tak lagi lurus. menganga ke atas bagai grafik fungsi kuadrat dengan koefisien “a”-nya bernilai positif. Lantainya pun memuntahkan sumber air disini, disana, dimana-mana.
Kukira itu hanya dijamanku.

Pun saat ini, saat jemariku mengetik “masalah pendidikan Indonesia” di makhluk serba tahu bernama “google”, betapa aku harus menerima kenyataan bahwa keadaan belum berubah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Data Media Tracking YPHA mengatakan bahwa permasalahan infrastruktur sekolah seperti rusaknya gedung sekolah, tidak adanya fasilitas belajar, dll adalah masalah utama pendidikan di Indonesia. Kasus infrastruktur ini bisa ditemukan sebanyak 16 kasus setiap bulannya sepanjang tahun 2008. Aku jadi bertanya dalam hati “itu yang bisa ditemukan, bagaimana dengan kasus-kasus yang tidak tampak dan belum ditemukan?” sepertinya bisa lebih dari 16.

Aku berharap pemerintah negeri ini bisa menyadari akan pentingnya pendidikan bagi peradaban sebuah bangsa. Aku juga berharap semoga pemerintah bisa menyadari bahwa negara ini dibangun dari elemen yang paling dasar yakni manusia – yang oleh pelajaran PPKN disebut sebagai “rakyat”. Dengan menyadari hal itu, maka aku yakin pemerintah pasti akan giat membangun kualitas pendidikan bangsa ini. Sibuk memikirkan pembangunan gedung sekolah. Sibuk mencari anak negeri yang belum sekolah dan lalu mengajaknya kembali sekolah, dan sibuk menyediakan buku dan pelayanan terbaik untuk peserta pendidikan.

Fasilitas dan infrastruktur sangat penting bagi proses belajar mengajar. Sama lemahnya seperti samurai tanpa pedangnya, polisi tanpa pistolnya, dan biola tanpa dawainya, begitu pula dengan sekolah tanpa fasilitasnya. Bayangkan, betapa enggannya anak-anak (catat: anak-anak) jika harus sekolah di gedung yang tak beratap, yang jika hujan kehujanan dan jika panas kepanasan. Bayangkan pula betapa paniknya orang tua (catat: orang tua) melepaskan anaknya sekolah di gedung yang tak kokoh, yang setiap saat bisa roboh, hancur menindih anak tercintanya. Lalu demikian, apakah proses belajar bisa efektif? Rasa aman dan nyaman menjadi pertimbangan utama mengapa fasilitas belajar dibutuhkan, selain karena memang fasilitas belajar merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan seutuhnya.

=======

“sekolah gratis, kok mau minta kualitas bagus?” begitu ungkapan beberapa kepala sekolah pada wali murid yang menuntut agar kualitas sekolahnya bisa ditingkatkan. Apakah keliru wali murid yang berbuat demikian? Lalu apa mau pihak pengelola sekolah? Ataukah ini hanya skenario agar sekolah bisa kembali membayar? Bagaimana jika kita membalikkan pertanyaannya menjadi “apa gratis identik dengan jelek?”.

Selalu saja ada alasan agar kualitas pendidikan Indonesia menjadi tidak baik. Mulai dari kualitas guru, fasilitas, biaya, dll. Bahkan ketika satu persatu masalah itu mulai diredam, ada saja “kepentingan-kepentingan pribadi” yang men-dompleng program-programnya.

Fenomena novel laris Laskar Pelangi yang akhirnya difilm-kan itu semestinya bisa menjadi cambuk bagi kita semua, bahwa diluar sana, di daerah pelosok-pelosok negeri ini masih banyak anak-anak yang memiliki semangat besar untuk bisa mengenyam pendidikan. Kita selama ini hanya tahu bahwa pendidikan kita sedang melemah, tanpa kita mau melirik betapa masih banyak “Lintang” di Indonesia ini. Semestinya pemerintah mampu memfasilitasi anak-anak negeri yang ingin maju ini, bukan malah ribut mempermasalahkan tunjangan-tunjangan, ataupun kunjungan kerja di luar negeri.

Kapan negara ini bisa maju jika nasib pendidikannya masih seperti ini? Jika jaman ibuku seperti ini, jika jaman Andrea Hirata seperti ini, jika jamanku seperti ini, jika sekarang pun masih seperti ini, maka aku berharap besok atau lusa tidak seperti ini lagi.

Majulah pendidikan Indonesia.

Label:

Minggu, 22 Maret 2009

kiat menjadi guru les

sudah sedari dulu ingin aku ungkapkan perasaan ini. halah. puitis banget.
ya. aku udah 5 tahun menjadi guru les. semua diawali dari merosotnya prestasi rifki, murid pertamaku.
dia masuk di urutan 36 dari 40 siswa. orangtuanya yang lagi gamang saat itu memintaku untuk ngajar anaknya. aku pun mengiyakannya, itung-2 biar masih ingat pelajaran.hehehe.
eh ternyata aku kualat, si rifki secara drastis prestasinya naik tajam. ia berhasil menduduki peringkat ke 3 di kelasnya (kebetulan disekolahnya ada report prestasi tiap bulan). dari sana aku menyadari potensiku sebagai seorang guru.

dari keberhasilanku mengajar rifki inilah, si Fita-teman sekelasnya yang juga anak dari sahabat mamanya rifki, meminta aku untuk mengajarnya juga. belum nampak perubahan drastis di Fita. namun semester berikutnya (ketika ia menginjak SMP) aku mencoba untuk menggenjot prsetasi fita, dan ia pun berhasil meraih juara 1 paralel disekolahnya.

ah aku semakin menjadi-jadi. aku semakin ingin mempositioningkan diriku sebagai guru. dan untuk saat ini aku baru bisa menjadi guru les. it's ok.

lalu muridku berikutnya adalah si Zafid. 2 bulan lagi (saat itu) ia akan mengikuti Unas SMP. dari tes awal yang aku berikan padanya, akau baru menyadari, sepertinya daya pikirnya tidak selayaknya anak SMP kelas 3, tetapi kls 5 SD dimana masih kesulitan untuk menjumlahkan pecahan, perkalian, dll.
cukup miris. namun aku harus membangun strategi agar ia bisa berhasil.
blablablabla....
2 bulan yang cukup menegangkan, setiap hari ia menunjukkan progres yang luar binasa (luar biasa, maksudnya), yang pada akhirnya aku baru tahu kalo ternyata ia mendapatkan nilai 9 di unas matematikanya. wouw....
aku semakin menjadi-jadi.

aku pun lalu terkenal sebagai ahli "spesialis menjelang unas". hahaha. gelaryang diberikan oleh orangtua siswa.

dari orangtua siswa itulah maka aku semakin lama semakin dikenal. dan sekarang aku sendiri tidak bisa menghitung jumlah muridku lagi. sebagian besar harus aku berhentikan karena waktu yang sangat tidak memungkinkan, maka aku pun memilih beberapa murid dengan pertimbangan :
1. jarak (aku ambil yang dekat dengan rumah, dan dekat dengan kampus)
2. yang jauh lebih membutuhkanku (ada beberapa siswa yang sudah pandai dan sudah "bisa dilepas", maka aku melepaskan)
3. murid-2 lama (rifki, fita adalah priorotasku. anaknya asik pol buat guyon. udah aku anggap adik kandung sendiri. apalagi setelah mamanya fita meninggal).
4. gajinya yang besar (hehehe ga munafik aku juga butuh duit. jadinya harus mencari siswa yang bisa kasih gaji tinggi. lho?). tapi ga segitunya kok. walaupun gajinya tinggi tapi kalo jaraknya jauh ya males. pernah ditawari kawan untuk mengajar dengan gaji 150ribu / pertemuan. wouw. gila aja. aku aja di Sby paling mahal 50 ribu / pertemuan. tapi jauhnya itu loh....jakarta men!!!

diartikel ini aku mau cerita tentang murid-2ku, prestasinya, sifatnya, dll. tapi ntar ya....

pelan-2

aku harus adaptasi dengan internet dulu setelah sekian lama ga megang blas.hahaha

Label:

Jumat, 20 Maret 2009

sekolah gratis didepan mata

kawan, masih ingatkah kau tentang sekolah gratis yang udah lama aku idamkan itu?

bu Asih adalah orang yang bersedia memberikan rumah dan tanahnya demi niat baik itu. bua Asih adalah janda tua tanpa anak. dia berharap dengan adanya sekolah itu, maka akan ada anak yang akan mendoakannya.

sudah sekitar setahun lalu bu Asih berikrar mau memberikan rumah dan tanah itu. di tahun 2009 ini dia berharap urusan sudah selesai, dan rumah itu sudah atas namaku.

akhir bulan pebruari, dia pamit ke aku mau ke jombang, mau menyampaikan hal ini ke saudara-2nya disana. dia juga mau membuat surat wasiat dan mengurus beberapa surat-2 penting disana.

hari jumat tanggal 6 maret, ketika aku sedang asik mengajar anak-anak bimbingan unas-ku, tiba-2 hapeku berbunyi. bu Sri (sahabat bu asih) memberi kabar kalo bu Asih telah tiada.

tanpa selembar surat pun. tanpa bukti apa-2. tanpa mengenal saudara-2nya. dll. kawan bisakah kau merasakan bagaimana perasaanku?
demi Tuhan aku ga melihat rumah itu. tapi aku melihat niat baik bu Asih dan kebutuhannya akan doa dan amal shaleh. aku juga melihat amanah bu Asih yang dengan kesungguhannya mempercayakannya padaku.

kawan, jika aku memperjuangkan rumah itu, aku akan terlihat seperti orang bodoh yang serakah dan mau memanfaatkan kesempatan. namun jika aku tidak memperjuangkannya, bagaimana nasib Bu ASih "disana"?

kawan bantu aku, beri aku masukan.
sekolah itu harus ada. bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?
secepat inikah?

Label:

Jumat, 15 Agustus 2008

PAPUA, loading........50%

merenung lagi. dan ini hasilnya:

bulan juli yang lalu memang bulan yang penuh kejutan bagiku. selain dapat hibah rumah dari donatur untuk pendirian sekolah gratisku, juga ditawari oleh seorang direktur sebuah perusahaan untuk kerja ditempatnya dengan gaji yang cukup menggiurkan 5 juta per bulan, juga dapat kesempatan jalan-jalan ke pulau sempu, dan masih banyak lagi. namun agustus ini sungguh, adalah hari2 yang cukup berat bagiku.

beberapa hari yang lalu, pengelola beasiswaku menawariku untuk magang satu semester di papua. wait...papua? u know thats my dream. udah lama aku pingin banget ke papua atau ke kalimantan, eh sekarang dapat tawaran kesana. sudah sekitar seminggu tawaran itu ngendon dipikiranku. aku masih belum dapat memutuskan. masalahnya kuliah men...!!! aku gamau kuliahku harus molor.
shit, kemarin adalah hari terakhir aku harus memutuskan berangkat atau ga, pasalnya pihak rektorat dah menunggu jawabanku. udah seminggu ini hariku berat sekali, selain berat difisik karena aku kedatangan banyak tamu dari jakarta dan banyuwangi dan harus jadi supir, mengantar kesana-kemari, juga jadi ATS ESQ dikampus, jadi MC di olimpiade sempoa, dll, aku juga berat dipikiran, bingung harus milih mana? kuliah atau mengambil kesempatan magan di papua.

dari dulu memang saya mengidamkan utk pergi ke papua, selain karena alamnya yang super eksotis dan original itu, juga pingin ngajar didaerah pelosok indonesia. namun kenapa kesempatan ini datang disaat yang tidak tepat. saat dimana aku harus menyelesaikan kuliah dulu, saat yang baru saja saya meeting dengan beberapa teman untuk mendirikan sekolah gratis, saat dimana aku baru saja membuat planning untuk satu tahun kedepan. sial.

dan kemarin aku harus menemui pak Akhlus di LPPM ITS. dan inilah jawabanku: "pak saya mau berangkat, jika urusan kuliah saya dimudahkan terutama untuk mata kuliah serial di kampus, jika saya diberi uang untuk biaya hidup sebesar 3juta perbulan."

mudah-2an Allah memberi jalan yang terbaik untuk saya. jika memang saya harus berangkat, maka ini adalah kesempatan emas saya, selain menyalurkan hobi saya untuk mengajar, juga mau menjalin komunikasi dan memperluas jaringan kenalan di papua-pulau terkaya di indonesia dimana emas, mutiara dan berlian ada di pinggir sungai, didalam tanah. jika tidak pun tak masalah, berarti aku harus kuliah dengan giat, cepat lulus dan segera keliling indonesia dengan ilmu. siiiip.

Label:

Selasa, 22 Juli 2008

free education, loading....get closer!!

maaf aku harus pending dulu cerita jalan-jalanku demi sebuah cerita yang tak kalah seru. aku mau curhat ni.

hari jumat minggu lalu, Hpku ini berdering. no rumah donatur. memang untuk bulan ini, donasinya belum aku ambil. bu Sri namanya.

sebuah suara terdengar disana, yang sebenarnya bukan suara bu Sri. itu adalah teman bu Sri, namanya Bu Asih. aku disuruh datang kerumah bu Sri segera.

aku pun berangkat kesana. ibu itu sama sepuhnya seperti bu Sri. seorang pensiunan guru.
dan......tak dinyana-nyana.......
ternyata.........
ibu Asih, seorang yang baru kukenal, hendak mewakafkan 3 rumahnya dan sebidang tanah untuk dikelola menjadi sebuah pesantren atau panti asuhan, atau apalah yang berguna untuk bangsa ini.

aku kira orang ini cuma sekedar menyenangkan hatiku. aku tahu perjuangan ini memang sulit ya Allah, apa ini sebuah lelucon hiburan untukku?

orang itu berkata-kata terus sambil meyakinkanku. sumpah, aku kaget, senang, takut, heran, bingung, dan lain-lain. campur aduk gitulah.

aku tak tahu harus berkata apa lagi. mulutku sudah terkunci dengan ribuan perasaan dan pertanyaan yang menyerangku.

ya Allah siapalah aku ini. anak melarat yang tidak pernah merasakan "rumah sendiri". yang hanya diwarisi pakaian ayahku ketika ia meninggal. aku hanya manusia kecil yang hanya bisa melangkah kecil, yang cuma berperan kecil. apa ini sebuah ujian? ataukah ini hadiah darimu? atau apa ini?

bu Asih mengajakku ke notaris untuk segera memindahtangankan rumah dan tanah itu. bu Asih tak pernah merasa lega jika belum melakukannya. tak perlu lama lagi, aku langsung menghubungi si Elin yang tak lain papanya adalah seorang notaris.

bu Asih memang hidup sendiri. suaminya sudah lama meninggal. dia tak memiliki anak kandung. ia hidup dari uang pensiunan, dan uang hasil kosan rumahnya yang terhitung banyak itu. rumah-rumahnya yang di Jombang akan diserahkan ke saudara-saudaranya.

oh God, this is the time to realize my vision. God, thanks for helping me keep this promise. aku janji, Sekolah Gratis untuk anak yatim dan tak mampu akan segera kenyataan. bismillah.

Label:

Kamis, 10 April 2008

laskar pelangi (sebuah kritik)



tahu buku laskar pelangi ini. baru-baru ini aku menyadari buku ini bagus. padahal dulu aku jualan buku ini (pas jadi salesnya mizan). sekilas buku ini tidak menarik bagiku. namun anehnya aku baru tahu kalo buku itu bercerita tentang pendidikan. aku yang dasarnya emang getol di pendidikan, ya langsung jatuh cintrong ma buku itu.

aku masih belum beli saat itu.

aku baca koran, ada ulasan tentang buku itu. ok, aku tertarik. aku ingat kalo buku itu harus aku baca. tapi aku belum beli. aku ke pameran buku. aku lihat buku itu. aku ambil, trus aku ketemu mbak ria dari Forum Lingkar Pena. akhirnya kami ngobrol lama. aku lupa kalo mau beli buku itu. aku ke kos teman, eh dia sedang baca buku itu. aku kekantornya mamanya teman, dia menyarankan aku untuk membaca buku itu. lalu tiba-2 saja si mbak Ika sms aku untuk baca buku itu.

arrggh sialan, ada apa dengan buku itu, kok tiba-2 menyerangku bertubi-tubi.
aku lalu ke kantor mizan, biar aku dapat diskon. eh ternyata, barangnya kosong. heh, ada apa ini. ga habis akal, aku langsung meluncur ke jalan semarang, tempat buku bekas. eh ga ada semua. malah ditawari ayat-2 cinta. aku bilang, "mbak, aku cari laskar pelangi". dasar penjual ulet, dia menawari aku lagi "gimana kalo laskar cinta". heh? emang ada? yang ada, laskar cinta itu lagunya dewa kali....!

pulang kerumah, nyetel tv, eh ada kick andy lagi nayangin si andrea. dongkol ga siiiiih.
aduh.....!!! ada apa ini? kok buku ini menyerangku.

aku pinjam mbak Ika, orang yang paling getol iming-2i aku. melalui sms, dia bilang ini itu, yang nangis-lah, ketawa-lah. eh, dia nggak mau pinjami. alasannya, kalo orang pinjam itu susah untuk kembalikan.

ga habis akal, aku suruh tiza membeli buku itu. aku bilang kalo buku itu bagus, dll, dll, dll. dengan harapan aku bisa pinjam. eh ternyata dia sudah hatam, malah sampai edensor.

argggh, ada apa ini?

tiba-2 mbak Ika sms aku. aku disuruh ke kosnya. eh ternyata aku diberi olehnya. baru. gres. cetakana terbaru. wah......! tak tertahankan sekali rasa senangnya hatiku. thanks ya mbak ika. katanya, ia mau menyelamatkan lintang-2 yang lain melalui aku. subhanallah. mudah-2an aku bisa mengembannya.


lalu aku membacanya.

buku itu bagus, namun meninggalkan kekecewaan yang mendalam bagiku. sumpah aku kecewa berat. ni adalah kritikanku atas buku itu.

tentang bahasanya. bolehlah, aku acungkan keempat jempol tangan dan kakiku untuk si andrea. namun sebenarnya hal ini biasa saja, toh aku juga punya banyak teman melayu. mereka memang jago kalo merangkai kata-kata sastra. jadi kagumku ke andrea menjadi biasa saja.

kecewa paling berat adalah, jika andrea dan kawan-2nya laskar pelangi mengatakan dan berikrar sebagai sahabat sejati, maka mereka tak seharusnya membiarkan si lintang putus sekolah. banyak cara. aku punya banyak kisah persahabatan anak-2 miskin yang mampu survive untuk sekolah.

tentang cerita lintang, aku punya tandingannya yang mungkin bisa mengalahkannya. sebut saja namanya yuni. aku kenal dia sekitar tahun 2004. dia adalah mahasiswa ITS. sejak SMP, kedua orangtuanya meninggal. ia harus menghidupi dirinya sendiri, karena semua keluarganya tak ada yang peduli. ia bekerja ini itu asal halal dan dapat duit, ia lakukan agar bisa terus sekolah, hingga baru saja ia menyelesaikan studinya di ITS. aku akan bahas soal yuni ini dalam artikel sendiri. tunggu saja. singkat cerita, yuni, seorang perempuan desa, ke kota menuntut ilmu menjemput impian dengan "kaki"nya sendiri.

aku takut, si andrea hanya "menjual" kisah orang untuk mengejar impian pribadinya. mengandalkan kehebatannya merangkai kata, membuat kisah yang menarik, laku dijual, lalu mendapatkan hasil dari sana. aku ingin sekali bertemu dengannya, sekedar menanyakan tanggungjawab apa yang telah ia paparkan.

ayo andrea, selamatkan lintang-2. apa yang telah kamu perbuat selama ini?. aku tantang kamu untuk membuat indonesia lebih baik!!!

maaf. semoga mas andrea bisa menanggapi dengan baik.

Label:

Rabu, 02 April 2008

sound for your mind

masih tentang persiapan Unas.
salah satu trik dalam belajar adalah sambil mendengarkan musik.
ya, musik ternyata cukup ampuh untuk "mencantolkan"apa yang kita pelajari. pernah dengar istilah "cantol" sebelumnya kan?. jadi cara bekerjanya seperti ini. kalo kita sering mendengarkan musik, maka kita akan hafal setiap detail dari musik itu. liriknya, nadanya. terkadang ketika musik itu berhenti di tengah jalan, tapi kita masih bisa menyanyikannya bukan?. atau bahkan ketika musik itu tidak kita mainkan sekalipun, kita masih bisa memainkannya di pikiran kita.
musik. sangat ampuh untuk meningkatkan mental kita. sebelumnya, perlu diperhatikan, "mental"disini bukan berarti mental dalam arti keberanian seperti yang sering kita ketahui. mental disini adalah kemampuan untuk menjangkau alam bawah sadar, baik secara audio maupun visual.

masuknya musik dalam mental kita inilah yang kita manfaatkan sebagai cantolan untuk mencantolkan ilmu yang ingin kita pelajari. seperti mencantolkan pakaian pada hanger.

jadi inget. dulu guruku selalu bertanya untuk meyakinkan muridnya dengan pertanyaan "mudeng?", "nyantol?", "ceto?". sekarang aku baru tahu artinya nyantol itu apa. hehehe.

kembali lagi. dengan demikian maka antara musik dan apa yang kita pelajari sudah "ngeblend" alias nyampur. nah kalo sudah campur, kita tinggal membuka kembali memory kita hanya dengan memainkan musik yang telah kita ketahui ke dalam pikiran kita.

ternyata cara ini cukup ampuh. dulu ketika unas,aku selalu menyanyikan dalam hati lagu apa yang selama aku belajar, aku mainkan. saat itu aku memainkan lagu-2nya AADC karena memang dirumah cuma punya kaset itu. selebihnya lagu-2 hard rock milik kakakku. dan alhasil aku menjai lebih ingat apa yang aku pelajari, dan tentunya lebih santai.

dengan bernyanyi sendiri akhirnya aku bisa bersikap cuek bebek. masalahnya aku bukan tipe orang yang suka mencontoh hasil orang lain. orang lain boleh lihat punyaku, tapi aku tidak mau melihat hasil mereka. kalaupun aku bertanya, itupun untuk meyakinkan diriku saja. prinsipku adalah "lebih baik nilai A tapi hasil sendiri, daripada nilai E tapi hasil nyontek". hehehe, ya iyaaaaalaaaaaaaah!!!.
nah dengan cuek bebek itu, aku bisa lebih tenang, ga merasa terganggu teman-2 yang sedang ribut. bahkan jika aku bisa mengerjakan soal dengan baik, aku berkata "YES!!!". walaupun tidak keras, tapi cukup membuat teman-teman merasa minder. hehehe. (tapi sebenarnya maksudku bukan untuk membuat teman-teman minder lho. aku cuma mau menyemangati mereka saja).

lalu musik apa?
saya sarankan musik yang anda "setel" adalah musik jenis instrumen. karena musik ini sangat bagus untuk digunakan sistem cantol. selain itu, cari musik instrumen yang bisa menenangkan jiwa dan pikiran kita. jangan malah merusak pikiran kita. ini adalah beberapa lagu yang saya sarankan:
* waltz in - Yanni
* one man's dream - Yanni
* Adagio in C minor - yanni
* sozo - Kitaro
kenapa? keempat lagu itu adalah lagu-lagu yang mampu membawa kita pada emosi-emosi tertentu. jadi bukan cuma tenang, tapi juga terkadang lagu itu membawa kita ke kedinamisan. coba deh.

musik. masih menyimpan rahasia. bagi beberapa ulama, musik dilarang. sebagian tidak. namun lebih dari itu, saya memandangnya dari sisi manfaat. jika manfaatnya lebih banyak, maka saya pikir masih sah-2 saja.
bicara tentang manfaat, saya pernah membaca buku tentang pengaruh musik dengan pikiran. ada sebuah penelitian pada 2 benih tanaman yang sama, kualitas yang sama, ditanam di tanah dengan kualitas yang sama, sinar yang sama, dll semuanya sama. hanya saja, yang satu tiap hari diperdengarkan musik instrument halus ala orkestra, sedang yang satu diperdengarkan lagu hard rock. dalam beberapa waktu, pertumbuhan mereka terdapat perbedaan. yang sering diperdengarkan instrument jauh lebih besar dengan bunga-2 indah tumbuh diujung-2nya. sedang yang satunya pertumbuhannya lambat. kecil dan kering.

so??

kenapa tidak belajar sambil mendengarkan istrument?

Label:

Senin, 31 Maret 2008

arisan prestasi (trik menghadapi unas)

penting nih buat para guru. para murid juga boleh.

di artikel sebelumnya saya sudah menyampaikan tentang tantangan untuk bisa berprestasi. sekarang saya coba beri satu trik lagi yakni arisan prestasi.
trik ini mengingatkan saya pada beberapa saat yang lalu ketika saya masih sekolah. trik ini sering saya dan teman-teman lakukan. dan Alhamdulillah mujarab.

setiap menjelang ujian, baik itu ujian semester atau ujian nasional, kami mengumpulkan sejumlah uang (bersifat insidentil)senilai dengan yang kita sepakati bersama. uang itu akan diberikan pada siapa saja yang memiliki hasil yang terbaik.
kami meyakini bahwa ini bukan judi, tapi arisan. karena sepengetahuan kami perbedaannya terletak pada usahanya. judi tidak memiliki usaha sama sekali. sedangkan dengan arisan itu, maka kami akan berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya agar kami mendapatkan sekumpulan uang itu. bagi beberapa dari kami, uang itu cukup penting. kami bisa membeli buku, bisa membayar sekolah, dll.

coba lakukan trik tadi. kumpulkan beberapa teman. ajak mereka untuk arisan. tentukan jumlah uang yang sekiranya teman-2 mampu, dan sekiranya bisa menarik dan menantang. sedikit saja, tapi tingkatkan jumlah pesertanya, sehingga uang yang terkumpul akan bernilai banyak. jika kita kalah, nothing to lose, toh cuma berapa duit. tapi kalo menang, lumayan buat tambahan uang saku. tapi lebih dari itu, lihat usahamu untuk menggapai sebuah prestasi. paling tidak, lumayan buat tambahan "bensin"semangat. lihat perubahannya.
dan yang jelas, kreatiflah dalam membuat peraturan arisan. misalnya, hasilnya akan dipotong 10% untuk diinfakkan, dll.

bagi yang mendapatkannya, sebenarnya "hadiah dari kehidupan" itu jauh lebih besar dari apa yang kamu dapatkan dari arisan itu. kita telah belajar bagaimana mengejar sebuah "PRESTASI". itu yang penting.

sebagai penutup dari artikel ini, saya ingin mengajak semua orang (termasuk anda)untuk bersama-sama : "haus akan karya, lapar akan prestasi".

pahat setiap prasasti hidup ini dengan karya dan prestasi. hidup anak muda indonesia!!!
cieeehhhhhhhh.

Label:

siap Unas (bagian 2)

unas. siapa takut!!! (sok banget. hehehe!)

tapi teman, sudah selayaknya kita memang harus berani menghadapi unas. jangan takut. jadi teringat kisah teman yang berani menghadapi masalah.

suatu hari temanku itu ga sengaja menyerempet orang yang lagi jalan. sebenarnya ga terlalu parah sih, makanya temanku tadi jalan aja terus. toh kalo dipikir-pikir yang salah tuh orang yang jalan tadi.
orang tadi mengomel-omel ga jelas.
karena merasa ga enak, temanku lalu berhenti. ia menaruh motornya di pinggir jalan, lalu kemudian berlari mendekati orang yang telah ditabraknya tadi.
ga di sangka-2, ternyata si orang tadi malah ketakutan, lari menjauhi temanku.

aneh, kata temanku. padahal temanku tadi mau bertanggung jawab loh. dia mau tanya apa yang sakit, apa perlu dibawa kerumas sakit, atau perlu diganti, dll. eh malah lari.

itulah kehidupan.
ketika kita berani menghadapi sesuatu, sesuatu itu akan takluk pada kita. jangan pernah takut. hadapi saja. walaupun kita terlihat seperti akan kalah, tapi PERCAYALAH, kemenangan akan datang.

unas, hadapi aja. siapkan dirimu untuk sesuatu yang lebih besar lagi, yakni cita-citamu.
seperti apa yang aku sampaikan sebelumnya, bahwa unas kali ini jauuuuuuuuh lebih mudah dari unas-unas sebelumnya. aku dah mempelajari SKL dari pemerintah (karena memang aku guru les), n ternyata memang sangat mudah. percayalah.

oya kenapa ga taruhan saja sama teman? (eit, jangan salah sangka ya. ini bukan judi loh!). dulu aku pernah taruhan sama temanku untuk tinggi-tinggian nilai Unas. sapa yang nilainya lebih tinggi, di traktir (wktu itu makan sepuasnya di McD). alhamdulillah itu jadi semangat kami.
ga tanggung-2, aku tantang temanku yang selalu dapat rangking di kelas. hehehehe.....(ketawa ala orang sombong). akhirnya aku yang menang. gila apa!!!mau traktir pake uangnya sapa. lha wong aku ga pernah punya uang (waktu itu).
ehhhm, coba deh taruhan gitu. tantang temanmu yang selalu juara kelas. siapa yang menang dapat traktiran makan (mungkin), atau renang di ciputra (mungkin), dll.
murid-2ku pun aku tantang, malah ada yang buat surat perjanjian denganku. dia berjanji kalo nilainya dibawah 9, maka aku akan ditraktirnya (dengan syarat, duitnya ga boleh minta ortu). n jika nilainya bulat 10, maka aku akan traktir dia kemana pun dia pingin makan. sepuasnya. hehehe!!!

selama ini tantangan dari guru masih kurang menantang dan ga mampu membuat murid kita "ngeh". aku masih ingat ada sekolah yang (cuma) ngasih coklat yang seharga kurang dari 10.000 jika nilai unasnya tembus 10.
aduh pak guru, bu guru, pak bu kepala sekolah, pak bon, dlll seisi sekolah, apa harga diri sekolahmu hanya seharga coklat itu?. apa nilai 10 bisa dituker dengan harga coklat itu?.
ah sudahlah. yang penting, ayo rame-2 bisa tembus nilai unas 10!!!!

ada yang mau terima tantangan ini???

Label: