Sabtu, 25 Oktober 2008

politic on the move

Tuhan, jujur, Engkau tahu kalo aku sangat benci dengan dunia perpolitikan. banyak kemunafikan disana. topeng. yang baik jadi buruk dan yang buruk jadi baik. dunia kacau karena politik. aku benci politik

meski ustad Amin sudah cukup membukakan pikiranku betapa politik itu tidak selamanya buruk. politik itu salah satu cara dakwah. bla bla bala....
namun Tuhan, kembali lagi, aku tidak suka dengan bidang itu.

seperti sekarang. aku lagi wifi-an di pecel pincuk. eh ternyata di lantai 2 ada rapat salah satu partai. aku terjebak didalamnya. aku dengarkan saja apa yang mereka katakan.

sumpah sangat munafik mereka itu. mengatasnamakan "rakyat", berjuang untuk "rakyat", namun apa yang sudah mereka lakukan? mereka mengedepankan kata "rakyat" untuk mengejar kekuasaan bagi mereka sendiri.

mereka sedang mengatur strategi untuk menang. salah satunya dengan memberi sembako.
hei....hello....kenapa kamu memberi rakyat ketika kamu menginginkan sesuatu dari rakyat? kenapa tidak kamu lakukan itu sedari dulu? apa yang kamu lakukan jika kamu kalah? masihkah kamu memberi? maaf, kenapa aku jadi curiga pada kalian?

kawan, mari kita coba menghitung. kata teman saya yang juga jadi caleg, untuk mendapatkan 1 kursi didewan, maka dia harus mendapatkan 100.000 suara.

ok 100.000 suara. ini berarti harus ada 100.000 orang yang harus memilih dia.
menurut hukum pareto (hukum 80 : 20), jika kita menjual pada 100 orang maka 80 orang akan bilang "tidak", dan 20 orang akan bilang "ya".
lalu untuk mendapatkan 100.000 suara, maka ia harus "berjualan" pada 400.000 orang.
ok kita harus berpromosi pada 400.000 orang.

kawan, tahukah kamu apa yang harus dilakukan untuk berpromosi?
seorang caleg harus:
* berbagi sembako. anggaplah untuk per orang dihargai dengan 20.000, maka caleg harus mengeluarkan 8.000.000.000 (8 milyard)
* berbagi kaos dan media promosi seperti stiker, dll. anggaplah harganya 10.000, maka dia harus mengeluarkan 4.000.000.000 (4 milyard)
* untuk promosi dengan event, sewa artis, dll, anggaplah membutuhkan 1 milyard
* beberapa partai memberi "uang" pada pemilih agar memilih caleg yang bersangkutan. biasanya 50.000. berarti membutuhkan 20.000.000.000 (20 milyard)
* dll.
mari kita jumlah. semuanya ada 32 milyard. wooooouw.

pak caleg beri aku 1 milyard saja, maka aku akan mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak tidak mampu dan yatim.

kawan, itu dilakukan oleh sekian ribu bahkan puluhan ribu dari caleg yang ada dinegara kita. bayangkan, andai mereka tidak melakukan ini. mereka bersatu, dan menyatukan uang mereka untuk mengentas masalah rakyat (andai mereka peduli dengan rakyat) maka insya Allah masalah negara ini akan segera tertangani. masya Allah. ada apa ini? siapa yang bodoh diantara kami? maafkan kami ya Allah.


kawan, mari kita renungkan kembali. berapa diantara kita yang tahu bahwa gaji mereka tidak lebih dari 50 juta perbulan?. apa ini sudah balik modal?

kawan, menurut Jalaludin Rahmat dalam bukunya yang berjudul "psikologi komunikasi" mengatakan bahwa, atraksi manusia didunia ini didasarkan atas hubungan dagang, artinya setiap manusia berhubungan dengan manusia yang lain atas dasar untung dan rugi.

kawan, kembali lagi ke poin utama, kira-2 dengan uang yang dikeluarkan segitu dan uang yang didapatkan segitu, apa yang dilakukan oleh para caleg ketika sudah menjadi dewan?
anda dan saya pasti menjawabnya bukan?

wallahualam bi showab.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda