Kamis, 03 April 2008

PHK? ga perlu kuatir

pagi tadi saya mendapat telpon dari seorang kenalan lama. rekan bisnis saya dulu dari pasuruan. namanya pak Yudi. sudah lama sekali kami tidak bertemu. kaget juga ketika dia menelpon saya.
pak yudi mengeluhkan tentang pekerjaannya. sekitar bulan nopember tahun 2007 lalu ia bersama 65 kawannya yang lain dipecat dari perusahaan yang selama ini mereka mengabdi. katanya, sebenarnya karyawan-2 yang dipecat itu adalah karyawan yang berprestasi diseksinya masing-2. namun mereka harus menerima kenyataan sedih bahwa mereka harus di pecat.
bukan tanpa alasan seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu. pun sama. dipecatnya puluhan karyawan itu disebabkan karena orang-2 tersebut aktif di sarikat pekerja. mereka adalah orang-2 vokal yang selalu menyuarakan kebenaran (menurutnya), keadilan, dll.namun sayang kaum kapitalis, pemilik perusahaan tidak menyetujui suara mereka, hingga harus mengeluarkan mereka dengan tidak hormat.
bukan hanya itu saja, keluarga mereka termasuk pak Yudi harus menerima teror dari orang-2 yang tak dikenal. keluarga mereka juga menjadi korban atas kesewenang-2an kaum kapitalis. anak, istri, bahkan orang tua mereka juga.
pak Yudi beberapa waktu harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

ya, inilah wajah bangsaku.selalu seperti itu. orang-2 kecil selalu menjadi korban. pegawai dan karyawan selalu tidak pernah dianggap eksistensinya. fenomena saat ini, gaji yang mereka terima bukan hanya membeli skill dan waktu 8jam-nya saja, namun seolah-olah juga sebagai bayaran untuk membeli dirinya. hidupnya. bahkan keluarganya. mereka harus membanting tulang, bekerja keras, bahkan tak kenal lagi shift kerja. namun selalu diperlakukan layaknya budak.astagfirullah.

masih musimkah feodalisme saat ini? atau kita kembali lagi di jaman perbudakan firaun? Tuhan maafkan kami.

hal serupa juga dirasakan oleh tetangga depan rumahku beberapa tahun yang lalu. ia sempat stres. malu. panas dingin. tak mampu lagi berpikir. terutama karena melihat ketiga anaknya yang masih kecil-2. ia luntang-luntung tidak jelas. mencoba segala pekerjaan meski sekasar apapun itu, asal mendapat sedikit uang untuk menyambung hidup dan pendidikan anak-2nya.

lalu ia pun mencoba hal baru. menjual es CAO.

penjual es cao. mungkin profesi ini tidak akan pernah ada dalam daftar cita-cita anak-2 indonesia. selalu presiden, dokter, insinyur, polisi, ABRI, pilot. profesi-2 seperti itu tak pernah dianggapnya sebagai sebuah PROFESI. ironi memang.
namun siapa sangka, usaha yang ia geluti dan ia manage dengan baik ini akhirnya menghasilkan pendapatan yang luar biasa banyak. jauh dari pendapatan yang ia dapatkan ketika bekerja dulu.
saat ini ia bisa menyekolahkan ketiga anaknya yang SMA, SMP dan SD. ia juga mampu beli motor baru. bisa ikut arisan ini, itu. bisa jalan-2. makan-2 enak. betulin rumahnya. beli barang ini, itu. mengikutkan anaknya les privat (yang notabene hanya orang-2 berduit saja yang bisa melakukannya). dan masih banyak lagi.

saya katakan ke pak Yudi, bahwa Allah selalu punya RENCANA BESAR untuk kita. siapa tahu Allah mau memberi rejeki yang jauh lebih besar dari "pintu" yang lain. who know!.
jangan sesali. meski tetangga kanan-kiri merasa mengasihani pak Yudi, namun yakinlah Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya yang sholeh mati kelaparan. rencana Allah selalu bisa kita baca di akhir episode.

sukses untuk anda semua yang ter-PHK. pintu rahmat Allah masih banyak. jangan menyerah. terkadang kebenaran itu harus dibayar dengan kepahitan.

see you at the top success!!!

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda