Minggu, 29 Juni 2008

where am i?

Tadabbur Alam day 4: ”where am I?”

Jumat, 20 Juni 2008

Merasakan Masjid di tiap kota selalu menjadi favoritku dalam berwisata. Seperti halnya masjid agung malang, bandung, madiun, dll masjid-masjid di Lombok ini juga cukup memikat. Bagaimana tidak, masjid kan rumahNya Allah. Sebuah kebanggan bagiku bisa menjadi tamu bagi Allah. Berharap suatu saat aku bisa pergi ke “the Real Baitullah – Mecca”.

Kata orang Lombok, Lombok adalah negeri seribu satu masjid. Dimana-mana terdapat masjid. Islam disana berkembang dengan pesat. Berbeda dengan daerah-2 di Indonesia yang islamnya berkembang dari arah barat ke timur, islam di lombok berkembang dari timur ke barat. Jadi pusat kebudayaan islam justru ada di lombok Timur. Ini dikarenakan posisi lombok barat yang sangat dekat dengan bali, jadi penyebaran agama hindu masih lebih kuat disana.

Habis merasakan salah satu masjid yang cukup besar didaerah pancor, selong, aku langsung pinjam motor om dan wuuuuuessssszzzz….. kami pun berkelana.
Kami tidak tahu kemana kami harus pergi, yang jelas kami ingin berkelana ga tahu kemana. Kami hanya berbekal arah mata angin yang ditunjukkan dengan adanya sinar mentari.

Mak bleszhg, ternyata kami sudah sampai di ujung timur pulau lombok, tepatnya di pantai labuhan haji. Keren sekali. Pantainya bersih, ombaknya……. Sumpah keren banget. Ada satu bagian yang aku paling suka. Diujung sana…… diujung pantai itu. Ada bukit yang ditanami pohon kelapa. View dari tempatku berpijak bagus banget. Kombinasi antara bibir pantai, ombak, pasir, dan bukit kelapa itu, sungguh indah luar biasa.

Pantai ini sepi sekali, hanya sekitar kurang dari sepuluh orang yang ada disana. Itupun penambang batu, orang yang sedang memancing, seorang bayi, dan kami berdua.

Wah sayang sekali, andai saja pantai ini dijadikan kawasan wisata pasti rame. Berbeda jauh dengan kenjeran yang sudah sangat kotor, pantai ini bersih. Aku yakin tempat ini bisa menyedot turis banyak sekali, entah domestic maupun mancanegara. Dari tempat kami berdiri, kami bisa melihat pulau diseberang sana, yang tak lain dan tak bukan adalah sumbawa. Argh, jadi pingin kesana. Aku pingin melihat hamparan padang rumput dan padang pasir yang luas. Insya Allah kapan-kapan aku akan kesana. Pulau didepanku itu tampak berbukit dan bergunung-2. kata orang, kalo malam hari, tampak sangat indah karena cahaya bulan dan lampu perusahaan newmont yang terkenal itu beradu menemani suara ombak yang meraung-raung.









Sepulang dari sana, kami memasuki daerah pelosok, melewati bukit-bukit. Coba-coba saja, toh matahari masih bersinar, jadi ia masih bisa membawa kami pulang kembali. Subhanallah. Kawasan yang masih “virgin” dari polusi ini sangat menjanjikan udara yang segar. Cocok sekali bagi penderita asma. Di kanan dan kiri kita bisa melihat jajaran pohon kelapa yang menjulang tinggi sekitar lebih dari 5 meter. Sepertinya kelapa adalah tanaman khas lombok. Tak lama kami masuk kawasan terpencil itu, tiba-tiba ada sapi yang sedang mengangkut sayur-sayuran. Kami layangkan senyum pada bapak sopirnya, dan ia pun membalas senyum kami. Sangat mengesankan.

Kami bergegas kembali karena matahari sebentar lagi hendak terbenam. Kami pulang kerumah om. Sesampainya di daerah rumah om, kami keliling disana, dan sampailah kami di depan SMKN 1 Selong. Ah, itu kan sekolahnya si Safarudin anak Matematika 06. kami kembali pulang.

Habis magrib, kami jalan-jalan di Taman Selong. Alun-alunnya kota Selong. Seperti biasanya, selain taman nan asri layaknya alun-alun, disana banyak sekali pedagang-pedagang makanan. Kebanyakan dari jawa sih. Kentara sekali dari bahasanya. Selain itu juga ada muda-mudi yang sedang dimabuk asmara. Mereka tak peduli ada kami disana. Benar kata orang, kalo sudah pacaran ,dunia serasa milik berdua. Mas topik bilang, “gus gmn kalo kita langsung nimbrung di antara mereka.? Kita sok kenal aja sambil nawarin martabak ini ke mereka”

“ya. Aku langsung nimbrung ke ceweknya, kamu yang cowoknya aja ya” jawabku sambil disusul gelak tawa kami.

Hari ini, labuhan Haji cukup memikat. Tapi kami kurang puas. Kami mau mencari tempat-tempat indah yang lain, terutama yang belum banyak dikunjungi oranglain.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda