Minggu, 29 Juni 2008

“@Jogja. Berkarya melawan kenaikan BBM”

Tadabbur Alam day 1: “@Jogja. Berkarya melawan kenaikan BBM”

Selasa, 17 Juni 2008
Jam 4.00

Malam tadi aku tidak bisa tidur pulas, memikirkan bagaimana perjalananku kali ini. Aku sengaja berkomitmen dengan temanku hanya membawa duit 200 ribu tapi harus bisa dipake selama perjalanan.

MBAMBUNG. Itu adalah istilah untuk menggambarkan trip kita kali ini, yang berarti menjadi gelandangan. Uang yang ada di kita harus benar-benar digunakan seirit mungkin, yakni dengan cara:
Makan seadanya
Tidur dimana aja yang penting bisa tidur.
Angkutan seirit mungkin, yang jelas, kita punya kendaraan yang paling hebat didunia, KAKI

Aku naik Kereta Pasundan menuju Jogja pukul 5.30
Kami (aku en mas Taufik) memang berencana mau ke Banyuwangi. Kapan hari dia (mas Taufik) pernah bilang disana ada Sekolah Alam yang bayarnya Cuma sayuran. Gile bener. Aku yang emang dari sononya getol sama yang namanya dunia pendidikan, merasa tertantang untuk kesana. Aku orgasme pingin segera melihat sekolah yang cukup unik itu. Lalu aku nyeletuk, gimana kalo sekalian di Lombok? Secara disana ada keluargaku yang selama ini aku tidak pernah mengenalnya. Dia pun meng-iyakan. Akhirnya kita putuskan untuk pergi ke timur untuk mencari kitab suci (halah!).

Tetapi agar perjalanan kita lancar maka kita pergi ke Jogja dulu, lho, apa hubungannya?

Begini, tahu yang namanya anak panah kan? Sebelum ia ditembakkan, ia terlebih dulu, ditarik kebelakang. Nah, dengan berprinsip pada hukum Alam itu, maka kami pergi ke barat dulu sebelum ke timur. Masuk akal ga seeh? Hehehe. Ga kok, sebenarnya kami kesana tuh, dalam rangka mau melihat pak Djoko, orang yang telah menemukan bahan bakar dari Air mineral. Bener ga seeh? Ternyata benar lho. Tapi aku ga tahu caranya. Nti deh kapan-kapan aku posting khusus untuk ini, ok.


sampai di Jogja pukul 12.00. turun di lempuyangan. Nah ni dia nih, yang cukup buat aku agak gmn gitu….? Ternyata di Solo, Jogja, Bandung dan Jakarta, stasiun kereta untuk kelas ekonomi dan kelas eksekutif itu disendirikan. Masing-masing memiliki stasiun sendiri-sendiri.
Di jogja misalnya, untuk kelas ekonomi, mereka hanya boleh turun di stasiun lempuyangan saja, sedangkan kelas eksekutif di stasiun tugu.
Apakah kastaisme masih berlaku di negeri kita tercinta yang (katanya) pingin maju bersama-sama ini?

Ini, adalah foto-fotonya.



Pas sholat magrib dimasjid DPRD di daeraah Malioboro, ada kejadian seru !
Ada maling sandal yang ketangkap basah mencuri sandal milik jamaah.
Alhasil dikeroyok massa deh. Bonyoklah sudah. Kasihan juga seeeh. Tapi kata warga sana, ini bukan pertama kalinya kasus kehilangan sandal. Ada saksi mata mengatakan bahwa orang itu sering datang kemasjid itu, tapi tidak pernah sholat. Pake celana pendek, mana mungkin mau sholat. Riwa-riwi berkeliaran sekitar masjid.

Saran aja nih, kalo pakai sandal atau sepatu, sediakan tas plasttik (kresek). Bungkus saja sandal anda. Atau kalo ga ada, pisahkan sandal anda kanan dan kirinya. Letakkan ditempat yang agak jauh paling tidak 5 meter. Terus, jangan taruh barang bawaan anda ditempat yang jauh dari tempat anda sholat. Yang paling aman adalah ditaruh didepan anda. Bukan disamping atau dibelakang.

Argh, capek juga berjalan dari lempuyangan, malioboro, trus ke jalan HOS Cokroaminoto, jalan-jalan lagi ke malioboro, trus ke lempuyangan (pinginnya sih langsung ke banyuwangi). Sesampainya di lempuyangan eh ternyata ketinggalan kereta. Ya sudah kita cari tempat tidur yang aman, akhirnya kita putuskan di malioboro saja. Dikantor polisi dekat kraton. Jalan lagi. Ugh, capeknya, tapi asik juga melintasi Jogja dimalam hari.

Tidur…….

Informasi perjalanan:
Kereta api pasundan sby-jgja-bandung berangkat dari stasiun gubeng pkl 0530. sampai di Jogja 12.00. kalo mau meneruskan perjalanan ke stasiun tugu, naik Pramek (prambanan ekspress solo-jogja) aja. Gratis. Prameks datang jam 1300. jadi istirahatlah sebentar sambil cari makan siang atau sholat dulu di lempuyangan.

Harga tiket pasundan 21000.
Kalo mau naik becak atau andong, bersikaplah seolah-olah sudah paham daerah sana, karena jika tidak, akan dikenakan biaya yang besar. Dulu aku pernah dari tugu ke lempuyangan kena 15000. uang segitu jaman tahun 2006 sangat besar untuk jarak yang Cuma segitu.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda